E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Hadiri Forum ASEAN-RAI, BKSAP Soroti Hambatan Kemajuan Sektor Pertanian di Indonesia

Diterbitkan
Jumat, 28 Nov 2025 12.41 WIB
Bagikan:
Hadiri Forum ASEAN-RAI, BKSAP Soroti Hambatan Kemajuan Sektor Pertanian di Indonesia

Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat dalam National FGD on ASEAN Guidelines on Promoting Responsible Investment in Food, Agriculture, and Forestry (ASEAN-RAI) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025). Foto.

PARLEMENTARIA, Bogor – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menyoroti persoalan mendasar yang menghambat kemajuan sektor pertanian Indonesia, terutama terkait minimnya pendidikan formal mengenai pertanian sejak jenjang sekolah dasar.

Syahrul menilai, meski Indonesia dikenal sebagai negara agraris, kualitas dan perkembangan sektor pertaniannya justru tertinggal dibanding sejumlah negara Asia Tenggara lainnya yang memiliki success storykuat, seperti Vietnam dan Thailand.

Hal itu disampaikan Syahrul dalam National Focus Group Discussion (FGD) on ASEAN Guidelines on Promoting Responsible Investment in Food, Agriculture, and Forestry (ASEAN-RAI) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025). Menurutnya, forum ini penting untuk menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai kebijakan dan praktik baik yang dilakukan antarnegara ASEAN sehingga mampu memajukan sektor pertanian mereka.

“Salah satu permasalahannya, kita tidak ada pendidikan untuk bertani. Kurikulum kita tidak mengajarkan kita bercocok tanam. Ini seharusnya menjadi kebutuhan kita, tapi tidak ada dalam kurikulum,” ujar Syahrul kepada Parlementaria usai pertemuan.

Ia menilai absennya pendidikan pertanian sejak usia dini berdampak pada berbagai persoalan, mulai dari terbatasnya regenerasi petani, ketertinggalan teknologi dan pengetahuan pertanian, hingga lambatnya pencapaian swasembada pangan. Menurutnya, petani muda semakin sedikit sementara mayoritas petani yang ada saat ini berusia lanjut, sehingga Indonesia terus tertinggal dalam kapasitas produksi maupun inovasi.

“Kenapa kita tidak swasembada pangan? Kenapa tidak ada petani muda? Karena pertanian tidak menjadi ilmu dasar yang kita ajarkan sejak SD,” lanjut Politisi Fraksi PKS ini.

Selain persoalan pendidikan, Syahrul juga menyoroti arah investasi pertanian di Indonesia yang dinilai masih dominan berbasis industri besar. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya berbangga dengan tingginya ekspor produk pertanian dari industri skala besar karena pola tersebut hanya menempatkan masyarakat sebagai pekerja, bukan pelaku utama dalam rantai produksi.

“Kita jangan bangga mengekspor produk pertanian berbasis industri, karena itu masyarakat hanya jadi pekerja. Harus juga kita berpikir menghasilkan produk-produk pertanian ekspor yang basisnya masyarakat,” tegasnya.

Melalui forum ASEAN-RAI ini, Syahrul berharap lahir rumusan kebijakan dan rekomendasi konkret yang mampu memperkuat investasi pertanian yang bertanggung jawab, berkelanjutan, serta berpihak pada kesejahteraan petani. Ia menekankan bahwa arah pembangunan sektor pertanian ke depan harus lebih berorientasi pada masyarakat sebagai fondasi utama sistem pangan nasional. •we/rdn

Berita terkait

BKSAP Dorong Implementasi Investasi Bertanggung Jawab di Sektor Pangan, Pertanian, dan Kehutanan
Politik dan Keamanan
BKSAP Dorong Implementasi Investasi Bertanggung Jawab di Sektor Pangan, Pertanian, dan Kehutanan
BKSAP Sampaikan Kondisi Petani Indonesia di Forum AIPA: Soroti Kesejahteraan dan Absennya Regulasi
Politik dan Keamanan
BKSAP Sampaikan Kondisi Petani Indonesia di Forum AIPA: Soroti Kesejahteraan dan Absennya Regulasi
Syahrul Aidi Gantikan Mardani Ali Sera sebagai Ketua BKSAP, Perkuat Posisi Indonesia di Forum Internasional
Politik dan Keamanan
Syahrul Aidi Gantikan Mardani Ali Sera sebagai Ketua BKSAP, Perkuat Posisi Indonesia di Forum Internasional
Tags:#Seputar Parlemen#BKSAP
Sebelumnya

Produksi Kedelai Nasional Stagnan, Pemerintah Harus Hadirkan Langkah Konkret Kurangi Ketergantungan Impor

Selanjutnya

Cindy Monica Usulkan Tanaman Gambir Masuk RUU Komoditas Strategis

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h