E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Penerbangan Internasional dari Tarakan Butuh Keberanian Maskapai, Bukan Sekadar Subsidi Tiket

Diterbitkan
Kamis, 30 Okt 2025 15.04 WIB
Bagikan:
Penerbangan Internasional dari Tarakan Butuh Keberanian Maskapai, Bukan Sekadar Subsidi Tiket

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (28/10/2025). Foto : Rdn/Andri.

PARLEMENTARIA, Tarakan – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menegaskan bahwa mahalnya harga tiket penerbangan internasional bukanlah kendala utama dalam pengoperasian kembali Bandara Juwata Tarakan sebagai bandara internasional. Menurutnya, persoalan yang paling mendasar adalah kemauan dari maskapai penerbangan, baik swasta maupun milik negara, untuk membuka rute-rute internasional baru dari Tarakan.

“Kalau menurut saya, isu utamanya bukan soal mahalnya harga tiket internasional, tetapi bagaimana maskapai mau dulu membuka rute penerbangan internasional. Itu yang susah,” tegas Mori kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (28/10/2025).

Mori menjelaskan bahwa masyarakat Tarakan pada dasarnya bersedia membayar tiket dengan harga yang sedikit lebih tinggi pada masa awal pembukaan rute internasional. Hal itu wajar mengingat penerbangan perintis biasanya memerlukan waktu untuk mencapai titik keekonomian.

“Kalau penerbangan internasional dibuka, saya yakin masyarakat Tarakan bersedia membayar tiket yang agak lebih mahal. Namanya penerbangan perintis, pasti awalnya mahal, tapi nanti akan mencapai titik keekonomian dan harganya bisa menyesuaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mori mengungkapkan bahwa permasalahan keterbatasan jumlah pesawat bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga merupakan isu global yang muncul setelah pandemi Covid-19. Banyak maskapai di dunia mengalami pengurangan armada sehingga operasional penerbangan menjadi terbatas.

“Pasca Covid, di seluruh dunia terjadi pengurangan besar-besaran terhadap operasional pesawat. Karena itu, persoalan maskapai ini bukan hanya nasional, tapi juga internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat persaingan antarwilayah semakin ketat dalam menarik minat maskapai membuka rute internasional baru. “Kita juga sedang bersaing dengan daerah-daerah lain yang ingin membuka rute serupa, dan sebagian di antaranya juga belum berjalan karena masalah maskapai,” katanya.

Sebagai anggota Komisi V, Mori menyatakan komitmennya untuk mendorong agar pemerintah bersama pihak maskapai dapat mempercepat realisasi penerbangan internasional dari Tarakan, khususnya menuju wilayah Malaysia yang memiliki kedekatan geografis dan potensi ekonomi tinggi.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar betul-betul ada maskapai yang mau terbang dari Tarakan ke wilayah Malaysia. Ini penting untuk membuka konektivitas ekonomi dan memperkuat posisi Kaltara sebagai gerbang Indonesia di utara,” tutup Politisi Fraksi Partai NasDem ini. •rdn

Berita terkait

Soroti Kesiapan Garuda Indonesia di Haji 2025, Komisi VI: Lebih dari Sekadar Rutinitas Penerbangan
Industri dan Pembangunan
Soroti Kesiapan Garuda Indonesia di Haji 2025, Komisi VI: Lebih dari Sekadar Rutinitas Penerbangan
Satu Data Butuh Struktur, Bukan Sekadar Integrasi
Politik dan Keamanan
Satu Data Butuh Struktur, Bukan Sekadar Integrasi
Azis Subekti Sebut DOB Papua Butuh Pengawalan Serius, Bukan Sekadar Anggaran
Politik dan Keamanan
Azis Subekti Sebut DOB Papua Butuh Pengawalan Serius, Bukan Sekadar Anggaran
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi V
Sebelumnya

Revisi UU ASN Jadi Momentum Perkuat Netralitas dan Perlindungan ASN

Selanjutnya

Mori Hanafi Dorong Penerbangan Internasional di Bandara Juwata Tarakan Segera Aktif Penuh

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h