
Dalam pidatonya, Mardani menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama antar parlemen dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di dunia Islam.
“Kami memutuskan untuk memperkuat kerja sama antar parlemen, berbagi pengetahuan, serta membangun inisiatif bersama guna menghadapi tantangan ekonomi global dan membangun lembaga perwakilan yang lebih baik dan inklusif,” ujar Mardani saat membacakan Deklarasi Jakarta dalam Penutupan PUIC Ke-19 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Deklarasi Jakarta juga merekomendasikan peningkatan keterlibatan PUIC dengan lembaga legislatif dari kawasan lain, seperti Parlemen Eropa dan Kongres AS, melalui pembentukan dialog tetap antar parlemen.
“PUIC mendorong pembentukan saluran dialog antar parlemen secara berkala, terutama dengan Parlemen Eropa dan Kongres Amerika Serikat, untuk bersama-sama mengatasi tantangan global yang semakin kompleks,” jelas Mardani.
Sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan internal dunia Islam, deklarasi juga menyerukan kerja sama bilateral dan multilateral yang lebih erat antarnegara anggota OIC dan PUIC.
Beberapa poin utama kerja sama tersebut antara lain:
“Kita tidak hanya bicara solidaritas, tapi aksi nyata. Investasi di bidang pendidikan, perdagangan intra-OKI, serta digitalisasi adalah langkah konkret membangun ketahanan dan kemandirian umat,” tambah Mardani.
Deklarasi Jakarta menjadi simbol dari komitmen bersama untuk menciptakan dunia Islam yang kuat, sejahtera, dan terhubung melalui diplomasi parlemen.
“Inilah momentum bagi negara-negara Islam untuk saling menguatkan, membangun jejaring kerja sama, dan menjadikan parlemen sebagai pusat perubahan positif,” pungkas Mardani. •gal/aha