E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Dewi Coryati: Sistem Zonasi Kurangi Siswa, Jam Mengajar Guru Terpangkas

Diterbitkan
Senin, 19 Mei 2025 13.33 WIB
Bagikan:
Dewi Coryati: Sistem Zonasi Kurangi Siswa, Jam Mengajar Guru Terpangkas
PARLEMENTARIA, Pasuruan — Panitia Kerja (Panja) Pendidikan di Daerah 3T dan Marginal Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/5/2025). Kunjungan ini untuk meninjau langsung kondisi pendidikan di wilayah yang tergolong sebagai daerah marginal. Dalam kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan mendasar terkait infrastruktur, distribusi murid, dan kesejahteraan guru.

Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, menyampaikan bahwa permasalahan pendidikan tidak hanya terjadi di daerah tertinggal, tetapi juga di kota-kota yang dikategorikan sebagai daerah marginal seperti Pasuruan.

“Kita melihat bahwa di daerah perkotaan pun, masalah pendidikan tetap menjadi isu penting. Beberapa gedung sekolah memang sudah permanen, tapi masih ada bangunan lama yang berstatus heritage, sehingga tidak bisa direnovasi. Ini menjadi tantangan tersendiri,” ujar Dewi saat meninjau salah satu sekolah di Pasuruan.

Masalah lain yang mencuat adalah penurunan jumlah siswa akibat sistem zonasi. Hal ini berdampak langsung pada pemanfaatan ruang kelas dan distribusi jam mengajar guru.

“Ada sekolah yang sebelumnya memiliki 700 siswa, kini hanya tersisa 350. Ruang kelas jadi kosong, dan jam mengajar guru berkurang drastis. Akibatnya, pendapatan guru honorer dan kualitas pembelajaran ikut terdampak,” tambahnya.

Data dari BPS menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–18 tahun di Kota Pasuruan masih di bawah rata-rata nasional, yakni sekitar 93,6% (2023), dibandingkan rata-rata nasional sebesar 96,5%. Sementara itu, rasio murid per guru di beberapa sekolah negeri mencapai angka 1:35, melebihi rekomendasi UNESCO sebesar 1:25.

Komisi X juga menyoroti kurangnya ketersediaan buku dan fasilitas perpustakaan, serta bangku sekolah yang tidak memadai. Masalah ini memperparah rendahnya literasi siswa di daerah marginal. Data Asesmen Nasional tahun 2023 mencatat bahwa hanya 26% siswa SMP di Kota Pasuruan mencapai level minimum kemampuan literasi membaca.

“Yang kami lihat ini baru di kota. Bayangkan kondisinya di desa. Ini menjadi pekerjaan besar kita bersama. Pemerataan infrastruktur pendidikan harus jadi prioritas,” tegas Dewi.

Panja Pendidikan Komisi X menilai bahwa langkah strategis dibutuhkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang kelas yang tidak terpakai. Salah satu usulan adalah menjadikan ruang kosong sebagai pusat kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pembelajaran siswa, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi sekolah.

Lebih jauh, Dewi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas guru juga harus menjadi fokus utama. Komisi X mendorong agar guru-guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dapat segera diangkat menjadi ASN agar memiliki kepastian ekonomi dan dapat lebih fokus dalam mendidik.

“Kita tidak ingin lagi ada guru yang harus berpikir soal kebutuhan makan. Biarkan mereka fokus mendidik anak-anak kita,” pungkasnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Panja dalam menyusun rekomendasi kebijakan pendidikan yang berkeadilan dan inklusif. Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil kunjungan ini sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional yang berpihak pada daerah 3T dan marginal. •ssb/aha

Berita terkait

Legislator Minta Kaji Ulang Sistem Zonasi PPDB, Jika Perlu Dihapus
Kesejahteraan Rakyat
Legislator Minta Kaji Ulang Sistem Zonasi PPDB, Jika Perlu Dihapus
Dewi Coryati: Riset BRIN Harus Dirasakan hingga Pelosok Daerah
Kesejahteraan Rakyat
Dewi Coryati: Riset BRIN Harus Dirasakan hingga Pelosok Daerah
Persoalan PPDB Tak Berubah, Sistem Zonasi Gagal Ciptakan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Kesejahteraan Rakyat
Persoalan PPDB Tak Berubah, Sistem Zonasi Gagal Ciptakan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Bonnie Triyana: Pasuruan Butuh Perbaikan Infrastruktur dan Kualitas Guru

Selanjutnya

Puan Maharani: Sidang Ke-19 PUIC di Jakarta Sukses, Delegasi Internasional Apresiasi Sambutan Indonesia

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h