
Dalam pidatonya, Azad yang Anggota Parlemen Iran itu menyoroti bahwa lebih dari 50.000 warga Palestina telah menjadi korban dalam dua tahun terakhir, termasuk 17.000 perempuan dan anak-anak. Ia mengkritik pendekatan lembek yang hanya mengandalkan pernyataan atau resolusi tanpa langkah konkret.
“Kita tidak bisa terus bersembunyi di balik PBB atau negara adidaya seperti Amerika Serikat. Negara-negara Islam harus menunjukkan persatuan, integritas, dan respons yang kuat,” tegasnya saat pertemuan di Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2025).
Menurutnya, pertemuan ini harus menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan dan mengambil langkah bersama demi membela hak-hak rakyat Palestina.
“Ini bukan hanya tentang kata-kata. Ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya menutup pernyataan. •gal/aha