E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Marwan Cik Hasan Dorong Pemerintah Genjot Penerimaan Pajak dari Ekonomi Digital

Diterbitkan
Jumat, 9 Mei 2025 12.33 WIB
Bagikan:
Marwan Cik Hasan Dorong Pemerintah Genjot Penerimaan Pajak dari Ekonomi Digital
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Hasan, menekankan pentingnya pemerintah untuk mencari sumber-sumber penerimaan negara yang baru, terutama dari sektor ekonomi digital. Hal ini disampaikan dalam RDP Komisi XI DPR dengan Dirjen Pajak di Ruang Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). 

Menurut Marwan Cik Hasan, ketergantungan pada harga komoditas membuat penerimaan pajak rentan terhadap fluktuasi pasar global. Karena Ia mendorong penerimaan pajak dari ekonomi digital. Ia menilai ekonomi digital belum termanfaatkan secara optimal.

“Data dari TMA Sek menunjukkan nilai transaksi digital mencapai Rp 2.200 triliun. Ini kan kalau kita bisa senggol 10 persen, bukan angka yang kecil,” ungkapnya. 

Marwan Cik Hasan menyadari bahwa pemungutan pajak dari ekonomi digital memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait regulasi lintas negara. Namun, ia mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret. “Saya paham bahwa ini terkait dengan regulasi lintas negara, terkait dengan berbagai macam hal. Tetapi kan kita harus mulai, Pak. Kalau tidak, ya seperti tadi. Yang kita obok-obok (sumber penerimaan pajak) itu-itu saja,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Marwan Cik Hasan menyinggung permasalahan ketidakpatuhan wajib pajak dan keluhan mengenai ketidakadilan dalam sistem perpajakan saat ini. “Akhirnya apa? Akhirnya, Pak ada 159 Wajib Pajak yang tidak jadi lapor. Badan juga begitu, Pak. Ya, sudahlah katanya, kan. Masa saya lagi, saya lagi, saya lagi yang dikejar lagi. Kan begitu. Jadi ada ketidakadilan di tengah masyarakat kita,” tuturnya. 

Oleh karena itu, ia mendorong agar pemerintah tidak hanya mengoptimalkan penerimaan dari sumber pajak konvensional, tetapi juga fokus pada potensi baru seperti ekonomi digital. “Karena itu, saya pikir yang lama tetap kita optimalkan. Kita dorong supaya mereka patuh pada wajib pajak. Tetapi potensi baru, termasuk ekonomi digital ini harus kita sama-sama mulai tekankan,” ucapnya. 

Marwan Cik Hasan mengungkapkan data bahwa penerimaan pajak digital dari tahun 2020 hingga 2024 baru mencapai Rp 32 triliun, padahal nilai transaksi ekonomi digital sudah mencapai Rp 1.200 triliun. “Sehingga ada potensi penerimaan negara setidaknya 220 T. Nah, ini kalau kita bisa dorong sama-sama, tentu ada kelegaan, Pak. Ya, karena yang namanya harga komoditas ini kita nggak bisa ngatur, Pak. Kondisinya supply and demand. Kalau di sana lagi butuh banyak, harganya naik, kita dapat pajak. Kalau di sana lagi nggak butuh, ya harganya turun, kita nggak dapat pajak. Jadi kita, napas pajak kita sangat bergantung pada pihak luar. Tidak bisa kita kendalikan sendiri,” jelasnya. 

Di akhir pernyataannya, Marwan Cik Hasan menekankan bahwa upaya peningkatan penerimaan pajak bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. “Dan saya pikir, bukan menjadi hanya tanggung jawab Bapak saja, tapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai pilihan negara-negara, karena pajak sampai dengan hari ini masih menjadi backbone utama kita dalam rakan APBN kita, menggerakkan ekonomi kita,” pungkasnya. •rnm/aha

Berita terkait

Menkeu: DPR Apresiasi Capaian Penerimaan Pajak Pemerintah Lampaui Target di 2024
Ekonomi dan Keuangan
Menkeu: DPR Apresiasi Capaian Penerimaan Pajak Pemerintah Lampaui Target di 2024
Kejar Penerimaan Pajak, Puteri Komarudin Dorong DJP Siapkan Strategi
Ekonomi dan Keuangan
Kejar Penerimaan Pajak, Puteri Komarudin Dorong DJP Siapkan Strategi
Paket Stimulus Ekonomi Berpotensi Dorong Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi dan Keuangan
Paket Stimulus Ekonomi Berpotensi Dorong Ekonomi Kerakyatan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Maraknya Sengketa Tanah di Berbagai Daerah, Soedeson Usulkan Panja Turun Tangan

Selanjutnya

No Viral, No Justice: BAM Serap Aspirasi Pensiunan Indofarma

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h