E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Beras Berkutu di Gudang Bulog Tunjukkan Buruknya Perencanaan Kebijakan Pangan

Diterbitkan
Selasa, 18 Mar 2025 15.16 WIB
Bagikan:
Beras Berkutu di Gudang Bulog Tunjukkan Buruknya Perencanaan Kebijakan Pangan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyoroti bahwa beras berkutu yang ditemukan di Gudang Bulog Yogyakarta merupakan sisa stok beras impor tahun lalu. Berdasarkan laporan, terdapat sekitar 100.000 hingga 300.000 ton beras impor yang mengalami kerusakan akibat serangan hama.

Ia mempertanyakan kebijakan impor yang dinilai berlebihan dan tidak segera disalurkan, sehingga mengendap di gudang hingga tidak layak konsumsi.

“Kasus ini menunjukkan buruknya perencanaan dalam kebijakan pangan nasional. Mengapa pemerintah tetap mengandalkan impor dalam jumlah besar jika akhirnya malah menumpuk dan tidak bisa digunakan? Ini bentuk pemborosan yang merugikan negara, sangat bertentangan dengan kebijakan efisiensi pak Presiden Prabowo” kata Johan Rosihan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Senin (17/03/205).

Ia mendesak Kementerian Pertanian untuk bertanggung jawab atas temuan beras impor berkutu yang menumpuk di gudang Bulog. Menurutnya, temuan ini menunjukkan lemahnya tata kelola pangan nasional dan berpotensi merugikan keuangan negara serta mengancam keamanan pangan masyarakat.

Tak hanya itu, Politisi Fraksi PKS ini juga mendesak Kementerian Perdagangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap mekanisme pengadaan dan penyimpanan beras impor. Selain itu, ia meminta Badan Pangan Nasional memastikan tata kelola stok lebih efisien agar kasus serupa tidak terulang.

Kepada Bulog, Johan menekankan perlunya transparansi dalam penanganan beras berkutu ini dan memastikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi.

Johan juga menyoroti pentingnya penguatan produksi dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.Ia meminta Kementerian Pertanian meningkatkan dukungan bagi petani lokal agar mampu memenuhi kebutuhan nasional secara mandiri.

“Kita harus memperbaiki kebijakan pangan agar lebih berpihak kepada petani dan memastikan stok beras yang tersedia berkualitas baik untuk masyarakat. Pemerintah tidak boleh terus bergantung pada impor yang akhirnya merugikan rakyat sendiri,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap kebijakan pangan nasional. Komisi IV DPR RI akan terus mengawasi langkah-langkah pemerintah dalam menangani permasalahan ini demi kepentingan masyarakat luas. •hal/rdn

Berita terkait

Bahtra Tinjau Gudang Bulog, Pastikan Stok Pangan Sultra Aman
Politik dan Keamanan
Bahtra Tinjau Gudang Bulog, Pastikan Stok Pangan Sultra Aman
Temukan Beras Berkutu di Gudang Bulog, Legislator Minta Penjelasan
Industri dan Pembangunan
Temukan Beras Berkutu di Gudang Bulog, Legislator Minta Penjelasan
Keberadaan TPA Di Belakang Gudang Bulog Mandalika Jadi Sorotan
Industri dan Pembangunan
Keberadaan TPA Di Belakang Gudang Bulog Mandalika Jadi Sorotan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Ramadan Ngantor: Harmoni Ibadah dan Profesionalisme di Parlemen

Selanjutnya

Daniel Johan Ingatkan Pemda Lebih Tegas Atur dan Awasi Penggunaan Ruang Laut dan Pesisir

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h