E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Komisi IV Dorong Kebijakan Pemerintah Produksi Sapi Lokal, Dukung Program Nasional Susu Gratis

Diterbitkan
Senin, 25 Nov 2024 11.26 WIB
Bagikan:
Komisi IV Dorong Kebijakan Pemerintah Produksi Sapi Lokal, Dukung Program Nasional Susu Gratis

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi IV DPR RI ke KPSBU Lembang, Jawa Barat. Foto: Munchen/vel.

PARLEMENTARIA, Lembang – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan strategis dalam meningkatkan produksi susu sapi perah dalam negeri. Menurut Panggah, kebijakan ini penting untuk mendukung program nasional seperti pemberian susu gratis kepada anak-anak.

“Pemerintah harus berpikir keras untuk kebijakan-kebijakan terkait peningkatan produksi susu dalam negeri yang dulu pernah diterapkan (di zaman Soeharto) yaitu kebijakan wajib serap susu. Tapi waktu itu IMF tidak memperbolehkan, sekarang harus cari kebijakan yang bisa menstimulasi berkembangan susu sapi perah,” ujar Panggah saat wawancara kepada Parlementaria usai Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi IV DPR RI ke KPSBU Lembang, Jawa Barat, Kamis (21/11/2024).

Panggah menyoroti pentingnya strategi dan regulasi yang tepat untuk menghadapi tantangan global. Salah satu tantangan utama adalah dominasi impor susu, khususnya skim milk. Harganya relatif murah karena kelebihan produksi di negara-negara seperti Selandia Baru. “Strategi dan aturannya, dua hal itu yang harus dipikirkan pemerintah. Susu impor yang sebagian besar adalah skim milk, memang relatif murah. Dikarenakan kelebihan produksi di negara-negara yang memproduksi susu, seperti Selandia Baru,” jelas Anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Panggah menambahkan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dulu masih memungkinkan untuk menerapkan kebijakan seperti bea masuk, kini hal tersebut sulit dilakukan akibat adanya perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement). Oleh karena itu, pemerintah perlu mencari pendekatan baru yang sesuai dengan situasi saat ini. “Kalau dulu, masih bisa bikin aturan misalnya bea masuk. Tapi dengan adanya free trade agreement, jadi sudah nggak bisa lagi ngotak-atik soal tarif (bea masuk),” tambah Legislator Dapil Jateng VI.

Panggah juga menekankan pentingnya kesadaran bersama, khususnya di kalangan industri, untuk mendukung produksi susu lokal. Jika industri tidak sejalan dengan upaya peningkatan produksi dalam negeri, hal ini dapat berdampak negatif pada devisa negara. “Yang kedua, wajib serap mestinya menjadi kesadaran bersama. Kalau kemudian industri tidak seiring sejalan dengan produksi lokal, lama-lama kita jadi menguras devisa,” tegasnya.

Menurut Panggah, perhatian terhadap sektor susu dalam negeri sangat penting karena susu merupakan bagian dari program prioritas pemerintah. Selain makan siang gratis bagi anak-anak, susu juga menjadi program utama untuk mendukung gizi dan kesehatan generasi muda. “Ini harus diperhatikan bersama, padahal susu menjadi program utama pemerintah. selain makan siang gratis bagi anak-anak, susu juga bagian dari program pemerintah.” tutupnya. •mcn/rdn

Berita terkait

Komisi IV Dukung Langkah Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Ketahanan Pangan
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Dukung Langkah Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Ketahanan Pangan
Komisi VII Dorong Program Mitra Pemerintah Harus Lebih Terasa di Masyarakat Lampung
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Program Mitra Pemerintah Harus Lebih Terasa di Masyarakat Lampung
80 Persen Bahan Baku Susu Masih Impor, Komisi IV Kritisi Lambatnya Kinerja Pemerintah
Industri dan Pembangunan
80 Persen Bahan Baku Susu Masih Impor, Komisi IV Kritisi Lambatnya Kinerja Pemerintah
Tags:#Berita Utama#Komisi IV
Sebelumnya

Netralitas Aparat Kunci Sukses Penyelenggaraan Pilkada

Selanjutnya

Tragedi Penembakan Antar-Polisi, Momentum Evaluasi Penggunaan Senjata Api

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h