E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Mukhtarudin Dorong Pemerintahan Prabowo Subianto Fokus Pulihkan Ekonomi Negara

Diterbitkan
Selasa, 22 Okt 2024 11.26 WIB
Bagikan:
Mukhtarudin Dorong Pemerintahan Prabowo Subianto Fokus Pulihkan Ekonomi Negara

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Foto: Dep/nr.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Alih-alih menggulirkan wacana untuk menghentikan sementara alokasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), lebih baik pemerintah membuat kebijakan untuk menambah kuota penerimaan beasiswa. Usulan ini perlu dipertimbangkan agar generasi muda bangsa semakin mudah memperoleh akses pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda melalui rilis yang dikutip oleh Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (27/1/2024). Ia secara tegas menolak rencana Pemerintah Indonesia yang akan mengalihkan alokasi anggaran LPDP untuk kebutuhan pengembangan riset negara.

“Kami menolak penghentian kucuran dana APBN untuk LPDP. Dalam pandangan kami justru kucuran dana untuk LPDP ditambah agar kuota mahasiswa penerima beasiswa dari program ini makin banyak,” tutur Huda.

Penambahan kuota ini perlu diupayakan lantaran angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN

Baca juga di Instagram: Wacana Pemberhentian Dana Abadi LPDP

Berdasarkan laporan yang dirinya terima, kuota penerima beasiswa LPDP di kisaran 9.000-10.000 mahasiswa dalam satu tahun. Setiap tahun, APBN dikucurkan sebesar Rp20 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Di mana, dana tersebut digunakan untuk membiayai Program LPDP.

Diketahui, kini Dana Abadi Pendidikan (DAP) telah terkumpul sebanyak Rp140 triliun dengan nilai manfaat per tahun digunakan untuk membiayai keperluan beasiswa pada kisaran Rp5 triliun. Mengetahui informasi tersebut, Huda lebih mendukung untuk menambah kuota penerima beasiswa LPDP.

Penambahan kuota ini, menurutnya, perlu diupayakan lantaran angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia hingga saat ini masih dinilai rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Badan Pusat Statistik melaporkan hanya ada 10,15 persen penduduk Indonesia yang mampu menamatkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Ia menyebutkan, faktor tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi adalah penyebab utama APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah. “Kami menilai pemerintah harus mulai memikirkan langkah terobosan untuk meningkatkan peluang bagi peserta didik Indonesia agar bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bisa jadi dengan menggunakan manfaat dana abadi pendidikan,” tutup Politisi Fraksi PKB itu. •ts/rdn

Tonton juga di Youtube: Kawal Anggaran LPDP, Hasilkan Riset Berkualitas Anggota DPR RI Mukhtarudin. Foto: Oji/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota DPR RI Mukhtarudin menekankan agar pemerintahan Prabowo Subianto fokus untuk segera memulihkan perekonomian negara. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya bijaksana yang harus menjadi prioritas lantaran kinerja sektor manufaktur dalam negeri semakin melemah.

Jika dibiarkan tanpa ditangani secara serius, dirinya khawatir akan semakin meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). “Selain kinerja sektor manufaktur yang terus melemah, deflasi beruntun. Jumlah kelas menengah juga menurun,” tutur Mukhtaruddin melalui rilis media yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (19/10/2024).

Berdasarkan data resmi Kementerian Ketenagakerjaan, total PHK yang terlapor telah sebanyak lebih dari 52.993 pekerja pada tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, total PHK bisa mencapai 60.000 pekerja.

Sebab itu, Politisi Fraksi Partai Golkar ini akan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto untuk merumuskan strategi pemulihan kinerja sektor manufaktur. Menyelamatkan sektor manufaktur dalam negeri, baginya, akan turut melindungi sektor-sektor lainnya, seperti UMKM dan industri rumahan.

“Salah satu prioritas kebijakan yang perlu dipertimbangkan penerapannya adalah pengendalian impor produk-produk manufaktur luar negeri,” terangnya.

Tidak hanya menyelamatkan sektor manufaktur dalam negeri, Mukhtarudin juga mendorong agar pemerintahan baru ini merawat sekaligus menguatkan daya beli masyarakat. “Konsumsi masyarakat diharapkan terus menguat guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang,” tandas Legislator Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah itu. •um/rdn

Berita terkait

Paket Stimulus Ekonomi Berpotensi Dorong Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi dan Keuangan
Paket Stimulus Ekonomi Berpotensi Dorong Ekonomi Kerakyatan
Dorong Negara-Negara Islam Aktif Lindungi Minoritas Muslim Lewat Diplomasi Parlemen
Politik dan Keamanan
Dorong Negara-Negara Islam Aktif Lindungi Minoritas Muslim Lewat Diplomasi Parlemen
Jangan Cawe-Cawe di Pilkada, Pemerintahan Prabowo Harus Ciptakan Pilkada yang Jujur
Politik dan Keamanan
Jangan Cawe-Cawe di Pilkada, Pemerintahan Prabowo Harus Ciptakan Pilkada yang Jujur
Tags:#Seputar Parlemen
Sebelumnya

Fikri Faqih Minta Pemerintah Baru Mampu Selesaikan Persoalan Moralitas Pendidikan

Selanjutnya

Jangan Seperti Burung Unta, Presiden Prabowo Ajak Para Pemimpin Ambil Bagian Hadapi Tantangan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h