E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Tidak Hanya Terpusat di Batam, Perlu Pemerataan Akses Kesehatan di Kepulauan Riau

Diterbitkan
Kamis, 29 Feb 2024 16.36 WIB
Bagikan:
Tidak Hanya Terpusat di Batam, Perlu Pemerataan Akses Kesehatan di Kepulauan Riau

Anggota Komisi IX Edy Wuryanto di sela Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi IX di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (29/2/2024). Foto: Bianca/Andri.

PARLEMENTARIA, Batam – Komisi IX DPR RI mendorong pemerataan akses kesehatan di Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini mengingat, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kepri sudah mencapai 96 persen, namun belum ditunjang dengan pemerataan akses kesehatan. Anggota Komisi IX Edy Wuryanto mengatakan akses kesehatan di Kepri saat ini masih terpusat di Kota Batam saja.

“Persoalannya ketika penduduk sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, layanan kesehatannya harus tersedia. Tadi disampaikan kalau rumah sakitnya penuh menolak-nolak (pasien). Ini harus segera didukung oleh akses layanan kesehatan yang merata tidak hanya di Kota Batam saja tetapi di kabupaten-kabupaten lain,” jelas Edy kepada Parlementaria, di sela Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi IX di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (29/2/2024).

Dijelaskan Edy, pemerataan layanan kesehatan juga perlu dilakukan dengan menambah sumber daya manusia (SDM) kesehatan di level dokter spesialis. Sebab, selain masih sangat sedikit jumlahnya, dokter spesialis di Kepri juga masih banyak terpusat di rumah sakit di Batam saja.

“Jadi selain jumlahnya (dokter spesialis) belum cukup, lalu distribusinya belum merata. Maka kami berharap segera ditingkatkan jumlah dokter spesialis di Kepri, lalu distribusi mereka ditempatkan di seluruh kabupaten yang ada di Kepri,” lanjut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kami berharap segera ditingkatkan jumlah dokter spesialis di Kepri, lalu distribusi mereka ditempatkan di seluruh kabupaten yang ada di Kepri”

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Edy menekankan pentingnya aturan turunan dari UU Kesehatan segera diselesaikan. Sebab dalam aturan turunan tersebut nantinya UU Kesehatan dapat terimplementasi di masyarakat, termasuk salah satu aturannya yang menyangkut pendidikan dokter spesialis.

“Tentu ini butuh regulasi nasional untuk percepatan kebutuhan dokter spesialis. Amanat Undang-Undang Kesehatan, pendidikan spesialis berbasis hospital harus segera diselesaikan karena hanya dengan cara itu kita dapat mempercepat pendidikan dokter spesialis berbasis hospital untuk memenuhi seluruh layanan kesehatan yang ada di Indonesia,” tutupnya.

Diketahui, Kepri telah mencapai cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) dengan capaian kepesertaan JKN 96 persen. Pasca pandemi, pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) Kepri juga terus meningkat dan mengalami percepatan, yakni pada 2023 mencapai 79,08, meningkat 0.6 poin (0,76 persen) dibanding tahun 2022. •bia/rdn

Berita terkait

Kekerasan Anak Meningkat, Ansari Dorong Optimalisasi Rumah Aman di Kepulauan Riau
Kesejahteraan Rakyat
Kekerasan Anak Meningkat, Ansari Dorong Optimalisasi Rumah Aman di Kepulauan Riau
Butuh Pemerataan, Pembangunan Galangan Kapala Nasional Jangan Hanya Terpusat di Batam
Industri dan Pembangunan
Butuh Pemerataan, Pembangunan Galangan Kapala Nasional Jangan Hanya Terpusat di Batam
Komisi II Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kepri: Jangan Hanya Fokus di Batam!
Politik dan Keamanan
Komisi II Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kepri: Jangan Hanya Fokus di Batam!
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IX
Sebelumnya

Komisi IX: Perlu Edukasi Masif Cegah Meningkatnya HIV/AIDS di Batam

Selanjutnya

Perlu Perubahan Regulasi terkait KUA Diwacanakan Tempat Menikah Semua Agama

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h