E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|Komisi VII|Komisi V|Pariwisata|RUU Reforma Agraria|Boyman Harun|Komisi I|Komisi III|RUU Masyarakat Adat|Desa Wisata|Habiburokhman|Sukamta|Rahmawati
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|Komisi VII|Komisi V|Pariwisata|RUU Reforma Agraria|Boyman Harun|Komisi I|Komisi III|RUU Masyarakat Adat|Desa Wisata|Habiburokhman|Sukamta|Rahmawati
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|Komisi VII|Komisi V|Pariwisata|RUU Reforma Agraria|Boyman Harun|Komisi I|Komisi III|RUU Masyarakat Adat|Desa Wisata|Habiburokhman|Sukamta|Rahmawati
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

Diterbitkan
Minggu, 13 Sep 2026 00.17 WIB
Bagikan:
Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo saat diskusi untuk menyerap usulan dari para pengelola wisata dalam kunjungan kerja ke Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).|Foto: Yasmin/Septamares

PARLEMENTARIA, Gunungkidul - Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mendorong Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi pusat pembelajaran bagi desa wisata lain yang masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan potensi pariwisatanya.

 

Menurutnya, Nglanggeran memiliki pengalaman pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang dapat menjadi referensi bagi desa wisata lain, khususnya dalam mengubah potensi lokal menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Lihat Juga :

Potensi Kreatif Nasional, Novita Hardini Dorong Peningkatan Nilai Ekonomi Budaya Lokal

Potensi Kreatif Nasional, Novita Hardini Dorong Peningkatan Nilai Ekonomi Budaya Lokal

Defisit Pangan terjadi di Papua, Kembalikan Potensi Lokal Jadi Makanan Pokok Utama

Defisit Pangan terjadi di Papua, Kembalikan Potensi Lokal Jadi Makanan Pokok Utama

 

Yoyok mengatakan, sektor pariwisata memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian daerah karena aktivitas wisata tidak hanya menggerakkan pengelola destinasi, tetapi juga melibatkan pelaku usaha lokal, kuliner, kerajinan, seni budaya, produk olahan, hingga berbagai subsektor ekonomi kreatif.

 

Karena itu, pengembangan desa wisata perlu diarahkan agar manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat setempat. Dalam konteks tersebut, keberadaan desa wisata yang telah memiliki pengalaman dan praktik pengelolaan yang baik menjadi penting untuk dijadikan tempat belajar bersama.

 

“Desa wisata yang belum berkembang, bawa ke sini (Desa Wisata Nglanggeran), sekolahin di sini. Penting banget ini, Pak. Biar sekolah sama yang sudah punya pengalaman,” ujar Yoyok saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

 

Ia menilai, salah satu hal menarik dari Nglanggeran adalah kemampuan masyarakat melihat potensi yang ada di lingkungan mereka sebagai sesuatu yang memiliki nilai lebih. Potensi alam dan budaya tidak berhenti sebagai kekayaan lokal, tetapi dikembangkan menjadi pengalaman wisata dan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat.

 

Menurut Yoyok, pola pikir dan proses tersebut penting ditularkan kepada desa wisata lain yang memiliki potensi, tetapi belum menemukan pola pengembangan yang tepat.

 

“Saya tadi melihat paparan Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran, Mas Sugeng, jujur tertarik luar biasa. Bagaimana mungkin sebuah potensi di kampungnya menjadi nilai lebih. Jarang loh, Pak, orang yang mau seperti ini,” katanya.

 

Yoyok menilai keberhasilan desa wisata tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya potensi alam yang dimiliki. Pengelolaan kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, kreativitas masyarakat, kualitas atraksi, aksesibilitas, amenitas, pemasaran, serta kemampuan membangun jejaring ekonomi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Desa wisata juga perlu mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan aktivitas pariwisata dengan kelestarian lingkungan dan karakter sosial budaya masyarakat.

 

Karena itu, ia mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak hanya memberikan pembinaan secara umum, tetapi melakukan pemetaan terhadap persoalan yang dihadapi masing-masing desa wisata. Menurutnya, setiap desa memiliki karakter, potensi, tingkat kesiapan, serta persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengembangan yang tidak seragam.

 

Yoyok mengusulkan agar Kemenpar secara aktif mempertemukan desa wisata yang telah berkembang dengan desa wisata yang masih membutuhkan pendampingan melalui forum diskusi atau focus group discussion (FGD). Forum tersebut, kata dia, harus benar-benar menjadi ruang untuk mendengarkan pengalaman dan persoalan pengelola di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

 

“Saya kira ini perlu menjadi prioritas oleh Kementerian Pariwisata untuk bisa membuat forum diskusi. Forum diskusi yang benar-benar forum diskusi. Untuk mengetahui apa sih kira-kira yang perlu dikembangkan di masing-masing tempat itu,” tegasnya.

 

Menurut Yoyok, Pokdarwis perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses tersebut karena kelompok masyarakat inilah yang berhadapan langsung dengan dinamika pengelolaan destinasi. Melalui dialog dengan Pokdarwis, pemerintah dapat mengidentifikasi secara lebih konkret hambatan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan kapasitas pengelola, pengembangan atraksi, promosi, pemasaran digital, pengemasan produk lokal, hingga akses terhadap pasar dan jejaring usaha.

 

Lebih lanjut, ia melihat pembelajaran dari Nglanggeran dapat diperluas tidak hanya pada aspek pengelolaan destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat menciptakan nilai tambah dari aktivitas pariwisata. Produk kuliner, kriya, seni budaya, produk olahan lokal, hingga konten digital dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperbesar belanja wisatawan di tingkat lokal.

 

Dengan demikian, desa wisata tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana wisatawan tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak di masyarakat, serta membawa pengalaman yang kuat dari destinasi tersebut. Pola ini dinilai dapat memperbesar multiplier effect pariwisata dan memperluas manfaat ekonomi hingga ke pelaku usaha kecil di desa.

 

Yoyok berharap Kemenpar dapat menjadikan Nglanggeran sebagai salah satu rujukan dalam membangun skema pembelajaran antardesa wisata. Desa yang telah memiliki pengalaman dapat berbagi praktik baik, sementara desa yang masih berkembang memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dan menemukan solusi sesuai karakter wilayahnya.

 

“Biar sekolah sama yang sudah punya pengalaman. Saya minta tolong untuk diperhatikan betul,” pungkas Politisi Fraksi NasDem tersebut. (ysm/we)

Berita terkait

Potensi Kreatif Nasional, Novita Hardini Dorong Peningkatan Nilai Ekonomi Budaya Lokal
Kesejahteraan Rakyat
Potensi Kreatif Nasional, Novita Hardini Dorong Peningkatan Nilai Ekonomi Budaya Lokal
Defisit Pangan terjadi di Papua, Kembalikan Potensi Lokal Jadi Makanan Pokok Utama
Industri dan Pembangunan
Defisit Pangan terjadi di Papua, Kembalikan Potensi Lokal Jadi Makanan Pokok Utama
Kearifan Lokal Malaumkarta Jadi Inspirasi Ekonomi Biru Nasional
Politik dan Keamanan
Kearifan Lokal Malaumkarta Jadi Inspirasi Ekonomi Biru Nasional
Tags:#Komisi VII#Pariwisata#Nglanggeran#Yoyok Riyo Sudibyo
Sebelumnya

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

Selanjutnya

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1166)
  • Industri dan Pembangunan(4013)
  • Isu Lainnya(1081)
  • Kesejahteraan Rakyat(3993)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4854)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Baleg|Komisi VII|Komisi V|Pariwisata|RUU Reforma Agraria|Boyman Harun|Komisi I|Komisi III|RUU Masyarakat Adat|Desa Wisata|Habiburokhman|Sukamta|Rahmawati
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 6 km/h