
Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menyerahkan bantuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa STABN Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah.|Foto: Balggys/Mahendra
PARLEMENTARIA, Wonogiri – Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo mendorong Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri memperluas program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Menurutnya, rencana peningkatan status STABN menjadi institut perlu diikuti penguatan akademik agar mahasiswa memiliki pilihan kompetensi dan peluang karier yang lebih beragam.
“Untuk menarik minat yang lebih luas, saya kira ini perlu diperluas,” ujar Wibowo saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di STABN Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Menurut Wibowo, perubahan status kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut tidak cukup hanya ditandai dengan perubahan nomenklatur. Pengembangan tersebut perlu dibarengi dengan perluasan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.
“Misalnya program vokasi, itu sangat berdekatan dengan dunia kerja,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Ia menilai, keberadaan program studi yang lebih beragam dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai minat dan kebutuhan masa depan. Dengan demikian, lulusan STABN Raden Wijaya diharapkan memiliki pilihan bidang yang lebih luas untuk mendukung perjalanan karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain pengembangan program studi, Wibowo menekankan pentingnya kesiapan STABN Raden Wijaya dalam menjalani transformasi kelembagaan. Penguatan sumber daya manusia, kualitas akademik, serta kesiapan program pendidikan perlu dipersiapkan secara komprehensif agar perubahan status memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Ini harus didorong untuk membuka sebanyak mungkin program studi yang relevan, agar toleransi beragama dan moderasi beragama lebih jauh terealisasi dan terjadi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, Wibowo berharap pengembangan STABN Raden Wijaya tidak berhenti pada perubahan status kelembagaan, tetapi mampu menjadikannya sebagai institusi pendidikan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Tidak hanya sekadar menyiapkan diri, tetapi juga menyiapkan kampus sebagai institusi pendidikan yang komprehensif,” pungkas Wibowo. (Gys/um)