E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Investor Mulai Lirik Vietnam, Bambang Haryo: Kondisi di Kawasan Industri Perlu dibenahi

Diterbitkan
Selasa, 1 Sep 2026 08.14 WIB
Bagikan:
Investor Mulai Lirik Vietnam, Bambang Haryo: Kondisi di Kawasan Industri Perlu dibenahi

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI Panja RUU tentang Kawasan Industri ke KIIC, Karawang, Jawa Barat.|Foto : Ais/Andri

PARLEMENTARIA, Karawang — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, persoalan yang disampaikan pelaku industri di KIIC pada dasarnya memiliki kesamaan dengan berbagai kawasan industri lainnya di Indonesia. Salah satu isu utama yang perlu mendapat perhatian antara lain insentif energi, transporasi logistik serta perizinan.


Perhatian terhadap berbagai persoalan tersebut, menurut Bambang, semakin penting di tengah munculnya kecenderungan sebagian investor mempertimbangkan negara lain, termasuk Vietnam, sebagai lokasi investasi. Kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar industri yang telah berinvestasi di Indonesia tidak memindahkan kegiatan usahanya ke negara lain.


“Permasalahannya adalah sama. Yang pertama tentu permasalahan energi. Mereka menginginkan energi listrik, energi gas dan sebagainya, kuotanya harus cukup. Dan tentu dengan harga yang ada insentif,” ujar Bambang usai Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI Panja RUU tentang Kawasan Industri ke Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Lihat Juga :

Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Harus Transparan

Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Harus Transparan

Pengawasan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Perlu Diperketat

Pengawasan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Perlu Diperketat


Politisi Partai Gerindra tersebut menilai, insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) perlu diberikan secara memadai kepada industri yang berada di kawasan industri. Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk mendorong pelaku usaha memilih kawasan industri sebagai lokasi investasi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.


Bambang menyebut Indonesia memiliki sekitar 180 kawasan industri yang perlu memperoleh dukungan kebijakan energi yang kompetitif. Selain gas, insentif serupa juga perlu dipertimbangkan untuk tarif listrik bagi industri di dalam kawasan industri.


“Yang berada di kawasan industri harus disiapkan insentif HGBT yang cukup untuk semua industri yang ada di kawasan industri itu sendiri. Demikian juga listrik, kelistrikan juga harus ada satu insentif, yang harganya tentu lebih rendah daripada kalau industri itu ada di luar,” jelas legislator Dapil Jawa Timur I itu.


Selain itu, Bambang juga menyoroti persoalan biaya transportasi logistik yang berpengaruh langsung terhadap daya saing industri. Menurutnya, biaya transportasi menjadi salah satu komponen signifikan dalam biaya logistik sehingga perlu diatur agar tidak membebani pelaku industri secara berlebihan.


“Transportasi logistik ini juga sangat mempengaruhi biaya logistik. Yang dimana 40 persen biaya logistik itu dari transportasi. Ini juga perlu diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.


Selain persoalan transportasi, Bambang menyebut pelaku industri juga mengusulkan penyederhanaan perizinan melalui mekanisme satu pintu. Menurutnya, proses perizinan yang terlalu panjang dan harus dilakukan secara terpisah dapat menyulitkan investor.


Ia juga menyoroti persoalan perubahan regulasi yang terlalu sering. Kepastian dan konsistensi aturan dinilai penting agar pelaku usaha dapat menyusun perencanaan investasi dalam jangka panjang.


“Perizinan yang mereka usulkan adalah perizinan satu pintu. Jadi industri ini mengajukan perizinan sendiri-sendiri yang akhirnya mereka kesulitan. Terus seringnya peraturan berubah-ubah, berganti-ganti. Jangan berubah-ubah, tetap peraturan ini,” tuturnya.


Bambang berharap penyusunan RUU tentang Kawasan Industri dapat menjadi momentum untuk memangkas birokrasi yang tidak diperlukan dan menyederhanakan berbagai proses yang selama ini menjadi hambatan bagi dunia usaha. (ais/aha)

Berita terkait

Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Harus Transparan
Industri dan Pembangunan
Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Harus Transparan
Pengawasan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Perlu Diperketat
Industri dan Pembangunan
Pengawasan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Perlu Diperketat
Industri Besar Didorong Rangkul IKM dan UMKM di Kawasan Industri
Industri dan Pembangunan
Industri Besar Didorong Rangkul IKM dan UMKM di Kawasan Industri
Tags:#Komisi VII#Kawasan Industri#Bambang Haryo Soekartono
Sebelumnya

RUU Pelelangan Akan Atur Perlindungan bagi Pemilik dan Pemenang Barang

Selanjutnya

Pastikan Program Berjalan, Komisi III Perjuangkan Tambahan Anggaran MA dan KY Tahun 2027

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1142)
  • Industri dan Pembangunan(3862)
  • Isu Lainnya(1068)
  • Kesejahteraan Rakyat(3876)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4712)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|Baleg|Komisi XIII|Anggaran|Komisi XII|BKSAP|Komisi X|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi II|RUU Perampasan Aset|Aset Negara|GBK
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 68%
Angin: 7 km/h