
Samuel Wattimena saat mengikuti rapat dengan Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali di Tabanan, Bali.|Foto: Safitri/Karisma
PARLEMENTRIA, Bali - Anggota Komisi VII DPR, Samuel JD Wattimena, mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk lebih aktif membangun sinergi dengan Nuanu Creative City dalam memperluas ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Ia menilai, kolaborasi tersebut penting agar pertumbuhan kawasan kreatif tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor swasta, tetapi juga mampu membuka akses pasar, memperluas peluang usaha, serta mendorong keterlibatan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari masyarakat setempat.
Nuanu menurut pandangannya, memiliki potensi dan visi yang baik dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Meski dikelola oleh sektor swasta, keberadaan Nuanu dinilainya dapat menjadi ruang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi pemerintah daerah dan para pelaku UMKM.
"Jadi kalau menurut saya, Nuanu ini kan salah satu tempat yang punya potensi dan visi yang baik ya. Tapi Nuanu ini kan private sector. Nah, saya sih tadi mempertanyakan Nuanu yang telah menampung sekian puluh atau ratus UMKM dari lokal, sejauh mana sebetulnya Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah), kemudian pemerintah Kabupaten Tabanan itu sendiri sudah taping dengan Nuanu," kata Samuel saat kunjungan di Nuanu Creative City, Tabanan, Provinsi Bali, Jumat (28/08/2026).
Anggota Komisi VII yang juga seorang tokoh kreatif tersebut menilai pelaku UMKM dan ekonomi kreatif pada dasarnya telah tumbuh secara mandiri. Karena itu, keberadaan ruang seperti Nuanu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan kebutuhan kawasan dengan potensi produk maupun karya pelaku lokal.
"Karena Nuanu sendiri sebetulnya sangat terbuka dan win-win solution, sangat diuntungkan. Karena kalau para penggerak UMKM, penggerak ekonomi kreatif, ini kan mereka sudah tumbuh sendiri dari nol. Nah, kemudian pertumbuhan mereka itu saat ini ada lokasi loh yang bisa bekerja sama, sama mereka," ujarnya.
Samuel menilai pemerintah daerah perlu lebih proaktif melakukan pendataan terhadap UMKM yang berpotensi masuk ke dalam ekosistem Nuanu. Selain itu, komunikasi mengenai kebutuhan produk dan jasa di kawasan tersebut juga perlu dilakukan secara berkala.
"Jadi, ini adalah sesuatu yang saling menguntungkan. Nah, persoalannya apakah kemudian pemerintah daerah ini punya data-data apa yang sekiranya bisa masuk ke Nuanu? Apakah pemerintah daerah kemudian juga interaktif atau proaktif bertanya pada Nuanu apa aja sih yang diperlukan di lokasi seluas 40 sekian hektare ini? Kan mereka terus bertumbuh nih. Nah, pertumbuhan ini tentunya kan bisa dikomunikasikan," ungkap Legislator Senayan itu.
Menurut Samuel, penguatan kolaborasi semacam itu penting agar pertumbuhan kawasan ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri, tetapi ikut membuka pasar dan peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Ia juga menilai Bali memiliki modal kuat dalam pengembangan ekonomi kreatif karena kreativitas telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan berkembang dalam waktu yang panjang.
"Bali sih sudah menurut saya salah satu dari yang paling top. Kalau nggak bisa dibilang yang paling top. Karena masalahnya Bali ini terhadap karya kreatif ini kan sudah berkembangnya udah puluhan bahkan ratusan tahun," katanya.
Samuel berharap potensi tersebut terus dikelola melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku ekonomi kreatif sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat daerah. (sr/we)