E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Samuel Wattimena Soroti Keterbatasan Ekraf: Anggaran Minim, Sosialisasi Kurang!

Diterbitkan
Senin, 30 Jun 2025 11.09 WIB
Bagikan:
Samuel Wattimena Soroti Keterbatasan Ekraf: Anggaran Minim, Sosialisasi Kurang!
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menyoroti belum optimalnya realisasi program Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akibat minimnya anggaran, serta belum kuatnya struktur dan otoritas kelembagaan di daerah. Ia mendorong Kemenparekraf memanfaatkan para mitra legislatif untuk memperluas sosialisasi dan menjangkau pelaku ekonomi kreatif hingga ke daerah-daerah.

“Kalau di atas kertas, kemajuan dan konsep-konsep kerjanya sudah sangat baik. Tapi kalau kemudian kita membandingkan dengan anggaran yang mereka miliki, kita terus-terusan tidak terlalu optimis bahwa yang tertulis di atas kertas itu bisa dicapai,” ujar Samuel dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Ekonomi Kreatif di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini, baru delapan daerah yang definitif memiliki kepala dinas ekonomi kreatif. “Ekonomi kreatif ini belum punya anggaran yang cukup untuk bisa bergerak ke daerah. Jadi otoritas itu memang belum bisa mereka lakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Samuel juga menyoroti belum meratanya informasi program dari Kemenparekraf kepada anggota Komisi VII DPR RI, yang menurutnya dapat berdampak pada kurangnya dukungan konkret dari para wakil rakyat di daerah pemilihannya masing-masing.

“Padahal kalau sosialisasi itu dilakukan, kemudian informasi itu secara masif disampaikan, kita ini bisa menjadi ujung tombak di setiap daerah untuk mensosialisasikan konsep kerja mereka,” tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah I itu.

Ia juga mengkritik pendekatan program ekonomi kreatif yang masih cenderung terpusat di kota-kota besar.

“Kami yang di desa-desa belum terlalu merasakan. Karena program-program ini bisa kaitannya dengan anggaran, bisa kaitannya dengan kebijakan, tapi intinya secara komprehensif dia belum bisa berjalan dengan baik,” ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Menurut Samuel, anak-anak muda di daerah sesungguhnya memiliki potensi besar untuk bergerak di sektor ekonomi kreatif, asalkan mereka mendapatkan akses informasi dan arahan yang jelas.

“Informasi itu hal yang menurut saya sekarang paling primadona dan paling seksi. Karena kalau kita kasih informasi yang tepat, kemudian hulu ke hilirnya bisa dijelaskan, saya yakin anak-anak muda ini punya solusi dan way out yang kita tidak duga,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada hasil-hasil fisik (tangible), namun mulai memberikan ruang yang lebih besar pada nilai-nilai non-fisik (intangible) seperti ide, kreativitas, dan hak cipta.

“Padahal ekonomi kreatif ini kekuatan utamanya pada intangible—pada pemikirannya, visinya, kreativitasnya. Jadi jangan dari depan yang dilihat tangible-nya. Nggak bisa. Intangible-nya yang punya nilai besar,” ucap Samuel.

Menutup pandangannya, ia menyatakan keyakinan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi solusi konkret untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan dan dampak dari pemutusan hubungan kerja.

“Kalau yang dilihat selalu tangible, akhirnya para pemula ini selalu didesak untuk menghasilkan apa, jual apa, bentuk fisiknya apa. Padahal gagasan-gagasan itu punya hak cipta yang nilainya tinggi sekali. Itu yang harus jadi fokus kita bersama,” pungkasnya. •hal/rdn

Berita terkait

Rudianto Lallo Soroti Keterbatasan Anggaran dan Disiplin Aparat dalam Penegakan Hukum di NTB
Politik dan Keamanan
Rudianto Lallo Soroti Keterbatasan Anggaran dan Disiplin Aparat dalam Penegakan Hukum di NTB
Komisi III Serap Masukan APH di Papua Tengah, Soroti Keterbatasan Anggaran hingga Sarpras
Politik dan Keamanan
Komisi III Serap Masukan APH di Papua Tengah, Soroti Keterbatasan Anggaran hingga Sarpras
Tinjau Pos SAR Cirebon, Adian Napitupulu Soroti Keterbatasan Anggaran Basarnas
Industri dan Pembangunan
Tinjau Pos SAR Cirebon, Adian Napitupulu Soroti Keterbatasan Anggaran Basarnas
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Apresiasi Putusan MK, Komisi II: Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Butuh Exercise Serius

Selanjutnya

Soft Opening Layanan Medical Check-Up, Sekjen DPR RI: Komitmen Birokrasi Sehat dan Produktif!

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 70%
Angin: 3 km/h