E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VII|Komisi XI|Komisi VIII|Komisi V|UMKM|karhutla|Krisis Air Bersih|Saan Mustopa|Korinbang|Slangit|Samuel Wattimena|Komisi I|Komisi III
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 51%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VII|Komisi XI|Komisi VIII|Komisi V|UMKM|karhutla|Krisis Air Bersih|Saan Mustopa|Korinbang|Slangit|Samuel Wattimena|Komisi I|Komisi III
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 51%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VII|Komisi XI|Komisi VIII|Komisi V|UMKM|karhutla|Krisis Air Bersih|Saan Mustopa|Korinbang|Slangit|Samuel Wattimena|Komisi I|Komisi III
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 51%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Pelaku Kreatif Sulit Akses KUR, Samuel Pertanyakan Parameter Kepercayaan Perbankan

Diterbitkan
Senin, 31 Agu 2026 12.03 WIB
Bagikan:
Pelaku Kreatif Sulit Akses KUR, Samuel Pertanyakan Parameter Kepercayaan Perbankan

Samuel Wattimena saat mengikuti rapat dengan Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali di Tabanan, Bali.|Foto: Safitri/Karisma

PARLEMENTRIA, Bali - Anggota Komisi VII DPR, Samuel JD Wattimena, menyoroti masih perlunya kemudahan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Samuel saat kunjungan di Nuanu Creative City, Tabanan, Provinsi Bali, Jumat (28/08/2026).

 

Samuel mempertanyakan ukuran yang digunakan perbankan dalam menilai kelayakan pelaku ekonomi kreatif memperoleh pembiayaan. Menurutnya, rekam jejak karya dan portofolio para pelaku kreatif semestinya dapat menjadi salah satu dasar untuk melihat kredibilitas mereka.

Lihat Juga :

Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan

Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan

Pelaku Usaha Kreatif Susah Pinjam Modal, Chusnunia: Kuota KUR Ekraf Perlu Ditambah

Pelaku Usaha Kreatif Susah Pinjam Modal, Chusnunia: Kuota KUR Ekraf Perlu Ditambah

 

"Yang tadi masalah perbankan ya, yang masalah KUR ya. Nah, masalah KUR ini itu juga tadi kami tanyakan, sebetulnya perbankan ini membutuhkan apa dari para pelaku kreatif untuk mencapai titik panas, sehingga ada trust dari perbankan itu untuk kemudian bisa hal yang intangible ini menjadi pegangan buat mereka," kata Samuel.

 

Ia menilai karya yang telah dihasilkan seorang pelaku kreatif selama bertahun-tahun memiliki rekam jejak yang dapat ditelusuri, mulai dari konsistensi berkarya hingga nilai jual produk.

 

"Masa sih perbankan tidak bisa melihat karya seorang artisan ini seperti apa? Punya nilai jual seperti apa? Artisan ini sudah berkarya selama berapa tahun? Ini kan sebetulnya modal bagi bank atau pemberi kredit untuk bisa melihat kredibilitas dari artisan-artisan terhadap karya-karya mereka," ujarnya.

 

Samuel mengatakan persoalan tersebut juga berulang kali dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai persyaratan yang masih harus dipenuhi pelaku kreatif agar memperoleh kepercayaan perbankan dalam mengakses KUR.

 

"Jadi, kalau kita RDP (Rapat Dengar Pendapat) berkali-kali, setiap kali mempertanyakan kenapa para artisan ini tidak mendapatkan trust dari dana KUR yang sekian besar, pertanyaannya adalah apa sih yang diharapkan? Apa sih yang para artisan ini masih harus menunjukkan? Apa lagi? Kemudahan akses layanan keuangan. Nah iya, justru persoalannya kan itu," ungkapnya.

 

Selain pembiayaan, Samuel juga menyoroti pentingnya pendataan potensi ekonomi kreatif di setiap daerah. Ia menilai Indonesia memiliki keragaman kreativitas yang sangat besar, tetapi belum seluruhnya dipetakan dan dikelola secara optimal.

 

"Kalau menurut saya kreatifitas dari masyarakat Indonesia itu tidak perlu diragukan. Karena kita ini dikaruniakan kehidupan yang terdiri dari berbagai kepulauan, kita ini bukan satu dataran, ini menyebabkan kreatifitas dari setiap daerah ini berbeda," katanya.

 

Ia berpendapat tantangan saat ini bukan pada kekurangan kreativitas, melainkan pada kemampuan mengelola, mengemas, memasarkan, serta memetakan kekuatan ekonomi kreatif di setiap wilayah. "Sehingga kalau bicara kreatifitas, praktis negara ini tidak punya tandingan. Karena keragaman asal masyarakatnya. Tinggal persoalannya memanage kreatifitas ini seperti apa, kemudian kemampuan setelah mengemas, memarketkannya seperti apa," ujarnya.

 

Pihaknya pun mendorong pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan, termasuk Komisi VII DPR, untuk memperkuat pendataan potensi ekonomi kreatif di daerah dan tidak hanya bergantung pada data yang tersedia dari BPS.

 

Menurut Samuel, data menjadi fondasi penting agar program pembinaan terhadap pelaku ekonomi kreatif dapat dilakukan secara tepat sasaran. "Kalau kita tidak mulai dengan data, kita nggak tahu apa sih yang mau dibina, mau dibina ke arah mana sih," tutup Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut. (sr/we)

Berita terkait

Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan
Industri dan Pembangunan
Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan
Pelaku Usaha Kreatif Susah Pinjam Modal, Chusnunia: Kuota KUR Ekraf Perlu Ditambah
Industri dan Pembangunan
Pelaku Usaha Kreatif Susah Pinjam Modal, Chusnunia: Kuota KUR Ekraf Perlu Ditambah
Putra Nababan Usul Skema Penjaminan Khusus bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Industri dan Pembangunan
Putra Nababan Usul Skema Penjaminan Khusus bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Tags:#Komisi VII#KUR#Samuel Wattimena
Sebelumnya

Soroti Data UMKM Tabanan, Samuel Wattimena Potensi Kolaborasi dengan Nuanu Perlu Dibuka

Selanjutnya

Persoalan Air Bersih Slangit Berulang, Saan Tekankan Solusi Jangka Panjang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1142)
  • Industri dan Pembangunan(3854)
  • Isu Lainnya(1067)
  • Kesejahteraan Rakyat(3867)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4703)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#Komisi VIII#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VII|Komisi XI|Komisi VIII|Komisi V|UMKM|karhutla|Krisis Air Bersih|Saan Mustopa|Korinbang|Slangit|Samuel Wattimena|Komisi I|Komisi III
Jakarta:
Cerah
33°C
Terasa: 38°C
Lembab: 51%
Angin: 10 km/h