
Ketua Korpri Sekretariat Jenderal DPR RI, Achmad Sani Alhusain, dalam kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi pegawai dan keluarga pegawai di Gedung Nusantara 4, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Sari/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Kepedulian terhadap kesehatan pegawai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif di Sekretariat Jenderal DPR RI. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi pegawai dan keluarga pegawai di Gedung Nusantara 4, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ketua Korpri Sekretariat Jenderal DPR RI, Achmad Sani Alhusain mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda vaksinasi, tetapi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap kesehatan dan kualitas kehidupan pegawai. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan pengabdian.
Ia menilai fasilitas kerja dan sistem organisasi yang baik perlu ditopang sumber daya manusia yang sehat. Karena itu, vaksinasi HPV menjadi salah satu bentuk investasi organisasi dalam menjaga kesehatan pegawai sekaligus mendukung produktivitas kerja.
“Bagi kami, kegiatan hari ini bukan semata-mata agenda vaksinasi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap kesehatan dan kualitas kehidupan para pegawai, sekaligus bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan memiliki kesadaran yang kuat terhadap pentingnya pencegahan penyakit,” ujar Achmad Sani.
Vaksinasi HPV juga dipandang sebagai langkah preventif untuk menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus, termasuk kanker serviks. Melalui kegiatan tersebut, Korpri Setjen DPR RI ingin mendorong perubahan kebiasaan agar pegawai lebih mengutamakan pencegahan daripada menunggu penyakit muncul.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan. Kita perlu membangun budaya hidup sehat, budaya melakukan deteksi dini, serta budaya melakukan pencegahan secara berkelanjutan,” katanya.
Achmad Sani menegaskan, perhatian terhadap kesehatan pegawai tidak berhenti pada kegiatan vaksinasi. Korpri Setjen DPR RI bersama manajemen dan Klinik Utama Kesehatan Setjen DPR RI diharapkan terus mendorong berbagai program promotif dan preventif yang sesuai dengan kebutuhan pegawai.
Program tersebut dapat mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, deteksi dini penyakit, vaksinasi, hingga peningkatan literasi kesehatan. Dengan demikian, kesehatan diharapkan menjadi bagian dari budaya organisasi dan bukan hanya menjadi urusan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Dengan demikian, kesehatan tidak lagi dipandang sebagai urusan klinik atau tenaga kesehatan semata. Kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia mengatakan Korpri Setjen DPR RI akan terus mendorong berbagai program kesehatan yang relevan dengan kebutuhan pegawai. Edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, deteksi dini, vaksinasi, serta peningkatan literasi kesehatan dinilai penting untuk membangun lingkungan kerja yang sehat.
Satu Juta Vaksin
Program vaksinasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh. Ia mengatakan Korpri memiliki program satu juta vaksin HPV yang ditujukan bagi ASN dan keluarga ASN sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan melalui bidang kesehatan.
“Kita punya program 1 juta vaksin HPV untuk ASN dan keluarga ASN,” kata Zudan.
Zudan menjelaskan program tersebut terbuka bagi anggota Korpri yang berjumlah sekitar 6,7 juta ASN. Vaksinasi HPV menjadi salah satu layanan yang disiapkan, khususnya bagi ASN perempuan dan keluarganya, sementara sejumlah vaksin lainnya juga disediakan untuk ASN laki-laki dan perempuan.
“Jadi, seluruh anggota Korpri 6,7 juta ASN, itu kita berikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain vaksin HPV, juga ada vaksin untuk influenza, vaksin TBC, dan beberapa vaksin yang lain yang kita juga sediakan untuk laki-laki dan perempuan,” jelasnya.
Menurut Zudan, perluasan program vaksinasi memiliki kaitan langsung dengan upaya menjaga produktivitas ASN. Pencegahan terhadap penyakit yang dapat dicegah, termasuk kanker serviks, dinilai penting agar kondisi kesehatan pegawai tidak menghambat pelaksanaan tugas pelayanan dan pemerintahan.
“Karena kalau ASN kita sakit, pasti sudah enggak produktif. Maka, kanker yang bisa dicegah itu kanker cervix. Makanya kita melakukan pencegahan sejak dini. Nah, ini akan menjaga produktivitas kerja ASN kita, terutama ASN perempuan,” tuturnya.
Selain HPV, Korpri juga terus menyiapkan program vaksinasi untuk penyakit lainnya, di antaranya influenza, tuberkulosis, dan demam berdarah. Zudan mengajak ASN di berbagai instansi untuk memanfaatkan program kesehatan yang disiapkan Korpri sebagai bagian dari upaya membangun ASN yang sehat dan produktif.
“Rekan-rekan ASN yang lain, mari terus bersama dengan Korpri, khususnya yang di DPR bersama Korpri di kesekjenan DPR untuk menyiapkan para ASN negara sehat melalui program vaksin ini,” pungkas Zudan. (uc/aha)