
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, dalam pertemuan Komisi X DPR RI di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.|Foto: Est/Karisma
PARLEMENTARIA, Medan – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti masih tingginya angka calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang meski telah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan Komisi X DPR RI di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat (26/6/2026).
"Perguruan Tinggi Negeri ternyata banyak diekspos. Seleksi yang lewat tes (SNBT) sekitar 10 persen tidak daftar ulang, SNBP yang prestasi juga sekitar 10 persen tidak daftar ulang. Ini harus dicari solusinya, kenapa mereka tidak daftar ulang. Sayang kalau kemudian muncul anggapan bahwa mereka tidak mampu secara ekonomi," ujar Fikri.
Menurutnya, terdapat sedikitnya tiga kemungkinan penyebab tingginya angka mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang. Pertama, banyak calon mahasiswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) yang dinilai memiliki daya tarik lebih besar sehingga perlu menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi negeri.
Kedua, ia menduga sebagian peserta menjadikan program studi atau perguruan tinggi yang dipilih dalam sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) bukan sebagai pilihan utama. Akibatnya, setelah dinyatakan lolos, mereka memilih berkuliah di perguruan tinggi swasta, bekerja, atau bahkan tidak melanjutkan pendidikan.
Ketiga, Fikri menyoroti semakin banyaknya calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi luar negeri. Menurutnya, fenomena tersebut perlu dicermati tanpa harus membatasi pilihan masyarakat, namun tetap diiringi upaya memperkuat daya saing perguruan tinggi dalam negeri melalui kebijakan yang tepat.
"Negeri ini harus mendorong supaya kemampuan internal nasional kita juga harus tumbuh," tegas Fikri. (est/aha)