E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Pemilu|kebijakan fiskal|RUU SDI|Anggaran|Pendidikan|KUHP|UMKM|sekolah|TKD|PTSL|Pelayanan Publik|Efisiensi|LKPP
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Pemilu|kebijakan fiskal|RUU SDI|Anggaran|Pendidikan|KUHP|UMKM|sekolah|TKD|PTSL|Pelayanan Publik|Efisiensi|LKPP
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Pemilu|kebijakan fiskal|RUU SDI|Anggaran|Pendidikan|KUHP|UMKM|sekolah|TKD|PTSL|Pelayanan Publik|Efisiensi|LKPP
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Bantuan Air Bersih Bukan Solusi, Legislator Desak Bangun Ketahanan Air Nasional

Diterbitkan
Jumat, 19 Jun 2026 20.32 WIB
Bagikan:
Bantuan Air Bersih Bukan Solusi, Legislator Desak Bangun Ketahanan Air Nasional

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras. |Foto : Dok/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyoroti pola penanganan bencana kekeringan di Indonesia yang dinilai masih mengandalkan bantuan darurat. Meski mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak, Iwan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.

 

Pernyataan ini disampaikan seiring munculnya berbagai insiden krisis air bersih di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Bekasi (Jawa Barat), Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), Bogor, Bandung, Cilacap, Jepara, Gunungkidul (DIY), hingga Bojonegoro dan Pasuruan (Jawa Timur), padahal musim kemarau tahun ini baru memasuki fase awal.

Lihat Juga :

Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal

Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal

Banyak Sumur Tertimbun Lumpur, Penyintas Bencana Sumatra Darurat Air Bersih!

Banyak Sumur Tertimbun Lumpur, Penyintas Bencana Sumatra Darurat Air Bersih!

 

Ia berpendapat bahwa krisis air bersih yang berulang merupakan cerminan dari manajemen sumber daya air yang belum matang dan belum siap menghadapi dampak pemanasan global.

 

“Kita tahu persoalan kekeringan bukan semata-mata akibat faktor alam saja tapi juga terkait dengan tata kelola sumber daya air yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan iklim,” ujar Andi dalam keterangannya pada Jumat (19/6/2026).

 

Legislator asal Sulawesi Selatan ini menambahkan bahwa fokus utama pemerintah seharusnya digeser dari sekadar penanganan darurat menjadi pembangunan mitigasi yang bersifat struktural dan berkelanjutan.

 

“Yang lebih penting adalah membangun sistem ketahanan air yang mampu mengurangi kerentanan masyarakat terhadap perubahan cuaca ekstrem,” ungkap Iwan.

 

Selain masalah pembangunan, Legislator Fraksi Gerindra ini juga mengkritik lemahnya fungsi pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana air bersih yang sudah dibangun di berbagai daerah. Ia menyayangkan adanya fasilitas penunjang air bersih yang akhirnya mangkrak dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat saat kemarau tiba.

 

“Sebab tidak sedikit wilayah yang sebenarnya telah menerima bantuan pembangunan sarana air bersih, tetapi pengelolaannya belum berjalan optimal. Maka pengawasan harus semakin dimaksimalkan,” ucapnya.

 

Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Juli hingga September mendatang, Komisi V DPR RI mendesak pemerintah daerah untuk tidak gagap dan segera menyusun kebijakan mitigasi yang berbasis pada data ilmiah.

 

“Informasi iklim yang telah disampaikan BMKG harus menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah, mulai dari pengelolaan sumber air hingga kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemarau panjang,” pungkas Iwan. (hvt/we)

Berita terkait

Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal
Kesejahteraan Rakyat
Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal
Banyak Sumur Tertimbun Lumpur, Penyintas Bencana Sumatra Darurat Air Bersih!
Industri dan Pembangunan
Banyak Sumur Tertimbun Lumpur, Penyintas Bencana Sumatra Darurat Air Bersih!
Dukungan Sains dan Teknologi dalam Diplomasi Air Capai Nilai SDGs ‘Air Bersih dan Sanitasi Layak’
Politik dan Keamanan
Dukungan Sains dan Teknologi dalam Diplomasi Air Capai Nilai SDGs ‘Air Bersih dan Sanitasi Layak’
Tags:#Air Bersih
Sebelumnya

Blok Rokan Digenjot, Komisi VI Kawal Target Lifting Nasional

Selanjutnya

Raja Faisal Tuntut Kepastian Hukum dan Perlindungan Hak bagi Dokter Muda

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1013)
  • Industri dan Pembangunan(3529)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3540)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4318)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Pemilu|kebijakan fiskal|RUU SDI|Anggaran|Pendidikan|KUHP|UMKM|sekolah|TKD|PTSL|Pelayanan Publik|Efisiensi|LKPP
Jakarta:
Berawan sebagian
34°C
Terasa: 37°C
Lembab: 44%
Angin: 14 km/h