E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 75%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 75%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 75%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Pidato Presiden Terkena Framing, Pesan Utamanya Soal Optimisme dan Kemandirian Ekonomi

Diterbitkan
Selasa, 19 Mei 2026 11.48 WIB
Bagikan:
Pidato Presiden Terkena Framing, Pesan Utamanya Soal Optimisme dan Kemandirian Ekonomi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong.|Foto: Munchen/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyoroti perihal polemik pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar”. Menurutnya, polemik iti muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks pidato secara utuh.

 

Menurut Bahtra, narasi yang berkembang di media sosial cenderung menggiring opini seolah-olah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional. Padahal, jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden justru sedang menyampaikan pesan optimisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan.

Lihat Juga :

Apresiasi Pidato Presiden Prabowo Soal Kemandirian Bangsa dan Kemerdekaan Palestina

Apresiasi Pidato Presiden Prabowo Soal Kemandirian Bangsa dan Kemerdekaan Palestina

DPR Konsisten Kawal Kemandirian Ekonomi dan Reformasi Hukum

DPR Konsisten Kawal Kemandirian Ekonomi dan Reformasi Hukum

 

“Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,” ujar Bahtra Banong dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (18/5/2026).

 

Bahtra menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional.

 

“Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

 

Ia menambahkan bahwa pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik.

 

“Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” jelas Bahtra.

 

Bahtra juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih. industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

 

“Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,” lanjutnya.

 

Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar.

 

“Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya.

 

Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan.

 

“Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” pungkasnya. (ufi/rdn)

Berita terkait

Apresiasi Pidato Presiden Prabowo Soal Kemandirian Bangsa dan Kemerdekaan Palestina
Politik dan Keamanan
Apresiasi Pidato Presiden Prabowo Soal Kemandirian Bangsa dan Kemerdekaan Palestina
DPR Konsisten Kawal Kemandirian Ekonomi dan Reformasi Hukum
Isu Lainnya
DPR Konsisten Kawal Kemandirian Ekonomi dan Reformasi Hukum
Pidato Presiden dan Ketua DPR RI Percepat Kontribusi Parlemen OKI untuk Palestina
Politik dan Keamanan
Pidato Presiden dan Ketua DPR RI Percepat Kontribusi Parlemen OKI untuk Palestina
Tags:#Prabowo#Rupiah#Dolar
Sebelumnya

Sigit Yunianto Kawal Perluasan WPR bagi Masyarakat Adat di Kalimantan Tengah

Selanjutnya

Syamsu Rizal Dorong Pemerintah Kendalikan Informasi Konflik Wamena untuk Cegah Hoaks dan Provokasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(828)
  • Industri dan Pembangunan(3028)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2975)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3677)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 75%
Angin: 7 km/h