
Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Yunianto, dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke Denpasar, Bali.
PARLEMENTARIA, Bali — Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Yunianto mendorong penyusunan master plan pengembangan jaringan gas (jargas) secara komprehensif, baik di Bali maupun secara nasional. Usulan ini disampaikan dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke Denpasar, Bali, Sabtu (25/4/2026).
Ia pun menilai, pengembangan gas bumi saat ini masih belum terarah secara menyeluruh karena perencanaan yang ada cenderung terbatas pada sektor industri. Padahal, pemanfaatan gas perlu diperluas hingga menjangkau masyarakat guna menciptakan efisiensi dan keseragaman harga energi.
“Master plan yang ada masih banyak berfokus pada industri, ke depan harus mencakup masyarakat secara luas,” ujar Sigit kepada Parlementaria.
Ia menjelaskan, tanpa perencanaan yang terintegrasi, distribusi gas, terutama dalam bentuk tabung, masih menghadapi persoalan disparitas harga akibat kendala distribusi. Maka dari itu, imbuhnya, pengembangan jargas dinilai menjadi solusi strategis.
“Dengan jargas yang terencana, keseragaman harga bisa lebih mudah diwujudkan,” katanya.
Lebih lanjut, Sigit mendorong (PGN) untuk menyusun master plan pengembangan gas bumi di Bali sebagai model yang dapat direplikasi di daerah lain. Menurutnya, perencanaan tersebut harus mencakup peta sumber energi, jaringan distribusi, serta potensi permintaan di setiap wilayah.
“Kami ingin ada gambaran jelas master plan di Bali yang bisa diterapkan di daerah lain,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penyusunan master plan tersebut, termasuk antara pemerintah dan badan usaha energi. Integrasi perencanaan dinilai menjadi kunci agar pengembangan gas berjalan efektif dan berkelanjutan. “Perlu sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menyusun master plan energi secara nasional,” ungkapnya.
Selain itu, Sigit menilai pengembangan jargas perlu dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Ia mencontohkan pembangunan jaringan listrik yang dilakukan secara bertahap hingga akhirnya menjangkau masyarakat luas.
“Pengembangan jargas harus bertahap, tetapi tetap memiliki arah yang jelas melalui master plan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyusunan master plan juga harus mempertimbangkan potensi energi di setiap daerah, termasuk peluang pemanfaatan energi alternatif seperti biogas yang telah berkembang di masyarakat. “Setiap daerah perlu dipetakan potensinya agar distribusi energi bisa lebih efektif,” pungkas Sigit. (hal/um)