Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munif dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Bandar Lampung, Lampung.
PARLEMENTARIA, Bandar Lampung - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munif menilai Provinsi Lampung tengah mengalami transformasi signifikan, Lampung tidak hanya sekadar gerbang Pulau Sumatera menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru akan tetapi menjadi contoh sebagai pengembangan industri daerah.
Hal tersebut disampaikan Hendry kepada Parlementaria usai mengikuti rangkaian kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI bersama jajaran Kemenperin, Kemenpar kementerian UMKM, kementerian Ekraf, Bandar Lampung, Lampung, Kamis (23/4/2026). Tidak hanya itu saja, ia melihat perubahan arah pembangunan di Lampung sebagai langkah strategis menuju penguatan industri berbasis keberlanjutan.
“Lampung yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk Sumatera, kini mulai bertransformasi menjadi pusat ekonomi dengan arah pengembangan menuju green industry," ujar Hendry.
Menurutnya, transformasi tersebut terlihat dari berbagai program yang mulai dijalankan, termasuk hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah komoditas daerah. Baginya, langkah ini penting demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal.
Anggota dari Fraksi PKS juga menilai, pengalaman Lampung bisa menjadi referensi bagi daerah lain, termasuk Provinsi Riau yang menjadi daerah pemilihannya. Sebab, menurutnya, transformasi industri menjadi penting agar provinsi ini tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah tanpa pengolahan.
"Selama ini banyak hasil industri yang langsung dikirim tanpa memberikan nilai tambah. Program hilirisasi menjadi sangat penting dan ini juga perlu kita dorong di Riau," jelasnya.
Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan rencananya untuk membawa Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau guna melihat langsung potensi kawasan industri yang ada di daerah tersebut. Ia menyebut sejumlah kawasan industri strategis di Riau, seperti Kawasan Industri Tenayan di Pekanbaru, Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak, Kota Dumai, serta potensi kawasan industri di Kabupaten Bengkalis.
"Kita ingin memperluas pembahasan ini di Riau, agar potensi besar yang dimiliki dapat dikembangkan secara maksimal melalui dukungan kebijakan dan sinergi dengan Kementerian Perindustrian." Pungkapnya. (afr/um).