
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, saat kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI, di Yogyakarta, Provinsi DIY.
PARLEMENTARIA, Yogyakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H. Ganinduto menilai upaya InJourney dalam menyatukan berbagai aset BUMN ke dalam satu ekosistem terpadu merupakan langkah yang positif.
Ia mengingatkan bahwa mengintegrasikan berbagai model bisnis ke dalam satu ekosistem bukanlah perkara mudah, mengingat sektor pariwisata memiliki sifat yang sangat sensitif karena bersinggungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
"Bisnis InJourney ini adalah bisnis yang nampak di permukaan. Artinya benar-benar bersentuhan dan beririsan langsung kepada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Injourney harus sangat berhati-hati dalam mengembangkan bisnis, harus memberikan pelayanan terbaik, karena sedikit kerusakan yang terjadi di bisnis ini, maka seluruh rakyat Indonesia akan mengetahui," ujar Firnando ke Parlementaria di sela-sela kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI, di Yogyakarta, Provinsi DIY, Rabu (22/4/2026).
Firnando menekankan bahwa InJourney harus membangun ekosistem ini secara detail dan matang. Ia menegaskan bahwa operasional korporasi tidak boleh mencederai kepentingan publik atau menurunkan kualitas layanan kepada wisatawan.
“Jadi artinya Injourney ini harus benar-benar membangun secara detail, secara baik, dan tidak boleh mencederai rakyat Indonesia,” jelas politisi fraksi partai Golkar itu.
Disamping itu Firnando turut mengapresiasi rencana konsolidasi dan revitalisasi terhadap 106 hotel milik BUMN yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan serta standar fasilitas.
Ia menjelaskan bahwa penggabungan aset ini mencakup berbagai kategori, mulai dari hotel bintang lima, bintang empat, bintang tiga, hingga penginapan yang lebih sederhana, agar pengelolaan aset negara ke depan menjadi lebih terarah, profesional, dan terintegrasi dalam satu ekosistem yang lebih baik.
Lebih lanjut, Firnando menekankan pentingnya menjadikan hotel-hotel BUMN sebagai simbol kebanggaan nasional yang mampu bersaing dengan jaringan hotel internasional.
"Harapan kami tentu dari 106 hotel ini menjadi suatu kebanggaan hotel yang dimiliki negara. Kita ingin hotel-hotel BUMN ini bisa bersaing dengan hotel-hotel internasional, sehingga menginap di hotel BUMN menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia," pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar ini. (tra/rdn)