E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Dorong Penguatan Teknologi Logam Tanah Jarang PT Timah untuk Industri Nasional

Diterbitkan
Jumat, 13 Feb 2026 16.04 WIB
Bagikan:
Dorong Penguatan Teknologi Logam Tanah Jarang PT Timah untuk Industri Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI, Askweni dalam Kunjungan Kerja ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/2/2026). Foto: EST/Mahendra.

PARLEMENTARIA, Pangkalpinang — Komisi VI DPR RI menyoroti potensi pengelolaan logam tanah jarang dalam Kunjungan Kerja ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/2/2026), saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Timah Tbk. Komisi menilai komoditas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri nasional apabila dikelola dengan dukungan teknologi yang memadai.

“Kita mengharapkan selain timah harus ada turunan-turunan produk sampingan lain yang bisa menghasilkan dan bermanfaat untuk bangsa kita. Secara keseluruhan kita jangan sampai ketinggalan teknologi. Kita harus terus meng-upgrade dan meng-update teknologi kita,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI Askweni.

Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi logam tanah jarang saat ini masih didominasi negara tertentu, sehingga Indonesia perlu melakukan percepatan alih teknologi melalui kerja sama internasional maupun penguatan sumber daya manusia nasional.

“Tanah jarang ini dikuasai negara lain. Kita harus belajar, mendatangkan ahli, atau belajar langsung ke sana. Kita harus mengadopsi dan melakukan alih teknologi supaya kita punya kemampuan. Kita berharap tanah jarang ini bisa menjadi harapan baru untuk peningkatan tenaga kerja, pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan negara, dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Tbk Ilhamsyah Mahendra menyatakan pihaknya tengah mendorong modernisasi pengelolaan logam tanah jarang sebagai bagian dari pengembangan industri hilir. Upaya tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan teknologi mineral strategis.

“Ke depan PT Timah harus mampu memodernisasi potensi logam tanah jarang. Ini juga menjadi atensi pemerintah pusat dan Presiden. Bagaimana kita mengembangkan teknologi dan kemampuan memisahkan mineral ikutan yang ada potensinya di PT Timah, bersama Perminas dan BIM,” jelas Ilhamsyah.

Ia menambahkan, kolaborasi antarentitas menjadi kunci percepatan pengembangan teknologi tersebut. Hasil pembahasan dalam pertemuan ini akan ditindaklanjuti dan dilaporkan sebagai bagian dari rencana penguatan industri nasional. “Harapannya beberapa catatan akan kita tindak lanjuti dan kita laporkan hasilnya,” tutup Ilhamsyah.

Komisi VI berharap pengelolaan logam tanah jarang dapat menjadi tonggak baru penguatan industri strategis nasional. Dengan dukungan teknologi, kolaborasi antarlembaga, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat, sektor ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat daya saing Indonesia di rantai pasok mineral global. •est/aha

Berita terkait

Sambangi PT LCI, Komisi VII Dorong Penguatan Industri Petrokimia untuk Kurangi Impor Bahan Baku
Industri dan Pembangunan
Sambangi PT LCI, Komisi VII Dorong Penguatan Industri Petrokimia untuk Kurangi Impor Bahan Baku
Kunjungi PT Indofood, Banyu Biru Dorong Penguatan Ekosistem Industri Pangan Nasional
Industri dan Pembangunan
Kunjungi PT Indofood, Banyu Biru Dorong Penguatan Ekosistem Industri Pangan Nasional
BAKN Dorong Evaluasi Manajemen PT Timah untuk Optimalkan Kinerja dan Cegah Kerugian
Ekonomi dan Keuangan
BAKN Dorong Evaluasi Manajemen PT Timah untuk Optimalkan Kinerja dan Cegah Kerugian
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Tidak Boleh Dianaktirikan, Legislator Komisi VIII Perjuangkan Hak Guru Madrasah

Selanjutnya

Legislator Apresiasi Intervensi Satgas Pangan, Harga Pokok di Pasar Wonokromo Sesuai HET

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI