E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Legislator Soroti Minimnya Diversifikasi Pangan Nasional

Diterbitkan
Selasa, 18 Nov 2025 10.37 WIB
Bagikan:
Legislator Soroti Minimnya Diversifikasi Pangan Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, saat mengikuti RDPU Panja Penyusunan RUU Pangan dengan SPI dan Jaringan Petani Persada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Oji/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyoroti lemahnya diversifikasi pangan Indonesia yang hanya memanfaatkan sekitar 25 spesies pangan, jauh tertinggal dibanding Tiongkok yang telah mengonsumsi lebih dari 125 spesies. Kondisi ini, menurut Rokhmin, merupakan ironi besar mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam RDPU Panja Penyusunan RUU Pangan dengan SPI dan Jaringan Petani Persada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025). “Indonesia punya biodiversitas luar biasa, tetapi yang dimanfaatkan hanya sekitar 25 spesies. Sementara China sudah 125. Artinya, ada yang salah dalam sistem pangan kita,” ujar Rokhmin.

Ia menjelaskan bahwa diversifikasi pangan merupakan salah satu pilar utama kemandirian dan ketahanan pangan. Ketergantungan pada hanya tiga komoditas besar seperti padi, jagung, dan kedelai, membuat Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim, fluktuasi harga global, dan gangguan distribusi.

Menurut Rokhmin, revisi RUU Pangan harus memberi perhatian khusus terhadap perluasan konsumsi pangan lokal seperti sorgum, sagu, umbi-umbian, talas, kacang-kacangan, hingga pangan laut yang selama ini belum mendapatkan tempat strategis dalam kebijakan pemerintah. Rokhmin menilai stagnasi diversifikasi pangan juga disebabkan oleh birokrasi pemerintah yang tidak inovatif dan lemahnya ekosistem riset serta hilirisasi pangan lokal.

“Kita selama ini terlalu fokus pada beras. Padahal negara lain berkembang karena memperluas basis pangan, bukan menyempitkannya. Keberagaman pangan adalah kekuatan,” tegas Legislator Fraksi PDIP dapil Jawa Barat VIII.

Ia menambahkan, negara-negara maju memiliki strategi agresif dalam mengembangkan sumber pangan alternatif. China, misalnya, membuka laboratorium pangan di 31 provinsi dan memperkuat konsumsi pangan lokal untuk menjaga stabilitas nasional.

Rokhmin mengingatkan bahwa Indonesia harus bergerak cepat mengingat dampak perubahan iklim dapat mengancam produksi padi nasional dalam beberapa tahun ke depan. “Kalau kita tidak segera melakukan diversifikasi, risiko krisis pangan akan semakin besar,” katanya.

Ia mendorong Panja RUU Pangan untuk memasukkan kebijakan diversifikasi berbasis riset, insentif pasar, dan edukasi konsumsi masyarakat sebagai bagian dari rancangan regulasi baru. “RUU Pangan harus menjadi titik awal transformasi sistem pangan nasional. Diversifikasi bukan opsi, tetapi kebutuhan,” tutup Rokhmin. •fa/aha

Berita terkait

Slamet Soroti Diversifikasi Pangan dan Penguatan Kelembagaan Bulog dalam Revisi UU Pangan
Industri dan Pembangunan
Slamet Soroti Diversifikasi Pangan dan Penguatan Kelembagaan Bulog dalam Revisi UU Pangan
Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut
Industri dan Pembangunan
Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut
Lucy Kurniasari Soroti Minimnya Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak
Kesejahteraan Rakyat
Lucy Kurniasari Soroti Minimnya Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

RUU BPIP Dibahas, Martin Manurung Soroti Kekhawatiran Indoktrinasi

Selanjutnya

DPRD Kabupaten Sumedang Curhat ke Komisi VIII terkait Pemangkasan Kuota Haji, Menyusut Jadi 74 Orang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h