E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Penanganan Lumpur Lapindo Harus Sentuh Aspek Teknis dan Kesejahteraan Masyarakat

Diterbitkan
Jumat, 3 Okt 2025 11.04 WIB
Bagikan:
Penanganan Lumpur Lapindo Harus Sentuh Aspek Teknis dan Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras saat meninjau lokasi lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). Foto: Arief/vell.

PARLEMENTARIA, Sidoarjo — Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan bahwa penanganan lumpur Lapindo harus menyentuh dua aspek sekaligus, yakni teknis dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat melakukan tinjauan bersama tim kunjungan kerja Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).

Andi Iwan meminta perhatian serius dari Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terhadap berbagai masukan yang telah disampaikan oleh Pemkab Sidoarjo. “Penting untuk menjadi perhatian Kepala PPLS agar pengendalian lumpur tidak hanya bersifat teknis semata, tetapi juga melihat dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Andi Iwan.

Terkait usulan teknis pembuatan spillway atau saluran langsung menuju Sungai Porong yang sebelumnya diajukan Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan menilai ide tersebut menjanjikan. Namun, ia mengingatkan bahwa kajian teknis mendalam tetap diperlukan sebelum implementasi. Kajian teknis tetap dibutuhkan. Tapi yang paling penting adalah kita mencari solusi nyata dan efisien,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah berdasarkan stabilitas tanah. Menurutnya, terdapat kawasan dengan penurunan permukaan tanah hingga 2,5 meter per tahun yang tidak layak dimanfaatkan dalam jangka panjang. Sebaliknya, wilayah yang stabil dapat dioptimalkan secara lebih produktif.

“Lahan terdampak ini sangat luas, bahkan disebutkan setara kawasan Pondok Indah. Perlu kajian serius agar tidak dibiarkan terbengkalai,” jelasnya.

Andi Iwan juga menyinggung persoalan pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas, meski telah berproses lebih dari satu dekade. Ia mendorong agar lahan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) segera diselesaikan pembayarannya oleh pemerintah. “Kalau lahannya sudah inkrah di pengadilan, maka pemerintah wajib segera membayarnya. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat terus menunggu ketidakpastian,” tegasnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga mengingatkan potensi dampak lingkungan baru, seperti pendangkalan Sungai Porong, apabila pembuangan lumpur tidak dikelola dengan tepat. “Kami percayakan urusan teknis ke Kementerian PUPR. Tapi satu hal yang penting, masyarakat terdampak harus tetap mendapat perhatian dan keadilan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Andi Iwan mengapresiasi kinerja awal PPLS, namun meminta agar ada langkah lanjutan yang lebih konkret dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Kalau tidak bisa dibayar sekaligus karena efisiensi anggaran, ya bisa dicicil. Yang penting pemerintah tetap hadir dan tidak ada pihak yang ditinggalkan,” tutupnya. •afr/aha

Berita terkait

Minat Menjadi Dosen dan PNS Turun, RUU Sisdiknas Harus Pertegas Aspek Kesejahteraan
Kesejahteraan Rakyat
Minat Menjadi Dosen dan PNS Turun, RUU Sisdiknas Harus Pertegas Aspek Kesejahteraan
Apresiasi Pengawasan MA dan Kejaksaan, Komisi III: Penanganan Perkara Harus Transparan dan Akuntabel
Politik dan Keamanan
Apresiasi Pengawasan MA dan Kejaksaan, Komisi III: Penanganan Perkara Harus Transparan dan Akuntabel
Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat terkait Dampak dan Risiko Pinjol Harus Masif
Ekonomi dan Keuangan
Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat terkait Dampak dan Risiko Pinjol Harus Masif
Tags:#Berita Utama#Komisi V
Sebelumnya

MKD Perkuat Sinergi dengan Polres Brebes, Tegakkan Etika Legislatif

Selanjutnya

Ravindra Dukung SOP Penanganan dan Pencegahan Keracunan pada MBG

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(759)
  • Industri dan Pembangunan(2697)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3199)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h