E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Digitalisasi Jadi Kunci Edukasi Batik yang Relevan bagi Generasi Muda

Diterbitkan
Senin, 28 Jul 2025 10.10 WIB
Bagikan:
Digitalisasi Jadi Kunci Edukasi Batik yang Relevan bagi Generasi Muda
PARLEMENTARIA, Surakarta — Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menyoroti pentingnya edukasi yang lebih mendalam dan modern mengenai batik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Sabtu, (26/7/2025) yang merupakan salah satu sentra batik tertua dan paling ikonik di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Samuel menilai bahwa masyarakat saat ini masih cenderung memahami batik secara dangkal, terbatas pada istilah umum seperti batik tulis, batik cap, atau batik printing, tanpa mengetahui filosofi, proses pembuatan, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Masyarakat sering kali hanya tahu ini batik tulis, ini batik cap, tapi tidak bisa menjelaskan apa yang membedakan keduanya secara mendalam. Kita butuh pendekatan edukatif yang tidak lagi konvensional, tetapi menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan keseharian generasi muda,” tegas Samuel.

Ia menekankan bahwa digitalisasi harus menjadi jembatan antara warisan tradisi dan gaya hidup modern. Edukasi tentang batik, menurutnya, harus dikemas secara kreatif melalui platform digital agar lebih “nge-pop” dan menarik minat generasi muda. Konten-konten edukatif bisa diwujudkan dalam bentuk video pendek, media interaktif, hingga kampanye visual di media sosial.

“Informasi tradisi tidak harus disampaikan secara tradisional. Kita harus bisa menyampaikan warisan budaya seperti batik dengan cara yang populer, agar bisa menembus pasar generasi muda yang sangat besar potensinya,” lanjutnya.

Selain itu, Samuel mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi edukatif tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat memiliki keterbatasan dalam menjangkau komunitas lokal secara detail. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah di kota-kota batik seperti Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan dinilai lebih efektif untuk mendorong literasi budaya di tengah masyarakat.

“Edukasi batik sebaiknya dimotori oleh pemda karena mereka paling dekat dengan komunitas batik setempat. Tiga kota utama seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan sudah seharusnya menjadi pusat edukasi budaya berbasis digital yang menjangkau seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya Komisi VII DPR RI untuk menyerap aspirasi pelaku industri kreatif dan budaya, serta memperkuat sinergi antara sektor tradisional dan perkembangan ekonomi digital dalam menghadapi tantangan globalisasi. •uf/aha

Berita terkait

Digitalisasi Jadi Kunci Pengembangan Koperasi Pegawai DPR RI
Isu Lainnya
Digitalisasi Jadi Kunci Pengembangan Koperasi Pegawai DPR RI
Bakamla Jadi Pemimpin Pengawasan Laut, Lemhanas Diminta Perkuat Kajian Strategis Bagi Generasi Muda
Politik dan Keamanan
Bakamla Jadi Pemimpin Pengawasan Laut, Lemhanas Diminta Perkuat Kajian Strategis Bagi Generasi Muda
Hari Pahlawan 2025, Waka Komisi X Ajak Generasi Muda Jadi Hero Masa Kini
Kesejahteraan Rakyat
Hari Pahlawan 2025, Waka Komisi X Ajak Generasi Muda Jadi Hero Masa Kini
Tags:#Berita Utama#Komisi VII
Sebelumnya

Rahayu Saraswati Dorong Batik Jadi Motor Diplomasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

Selanjutnya

Pendidikan di Jawa Tengah Hadapi Tantangan Serius, Khususnya SMK

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h