E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Taman Nasional Komodo Harus Dijaga dan Didukung Kelestariannya oleh Semua Pihak

Diterbitkan
Rabu, 1 Mei 2024 13.44 WIB
Bagikan:
Taman Nasional Komodo Harus Dijaga dan Didukung Kelestariannya oleh Semua Pihak

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat mengunjungi habitat komodo di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Singgih/vel.

PARLEMENTARIA, Manggarai Barat – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat mengunjungi Pulau Rinca yang merupakan satu habitat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan bahwa harus kawasan tersebut harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Populasi komodo di Pulau Rinca sendiri lebih banyak dibandingkan di Pulau Komodo ataupun pulau-pulau yang lainnya.

“Merawat bumi, merawat binatang itu kan harganya mahal sekali. Komodo itu hanya ada satu-satunya di dunia, ada di NTT atau di Pulau Rinca ini. Kita harus menjaganya dengan baik,” ujar Sudin, di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Selasa (30/4/2024).

Lebih lanjut, Sudin menyampaikan bahwa adanya keluhan terkait Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sangat kecil. Pada tahun 2023, Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghasilkan PNBP sebesar Rp41,05 miliar. PNBP terbesar diperoleh pada bulan Agustus 2023, yaitu Rp7,6 miliar, yang merupakan bulan dengan kunjungan wisatawan tertinggi pada tahun 2023. Seluruh PNBP tersebut disetorkan ke kas negara melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Sudin mengungkapkan bahwa biaya masuk yang saat ini ditetapkan tidak mencukupi untuk pemeliharaan dan pengelolaan Taman Nasional. “Biaya masuk bagi warga lokal sangat kecil, hanya Rp5.000, sementara untuk wisatawan asing adalah Rp150.000. Angka-angka ini jelas tidak mencukupi untuk kebutuhan seperti pemeliharaan jalan, kebersihan fasilitas, dan gaji pegawai yang menjaga taman,” ungkapnya.

Selain itu, Sudin juga menyoroti distribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dirasa kurang adil, di mana dari Rp41,05 miliar yang terkumpul setahun, hanya Rp24 miliar yang dikembalikan untuk pengelolaan taman. “Kita harus memikirkan ulang skema pembagian ini. Idealnya, jika taman bisa mengumpulkan Rp100 miliar setahun, setidaknya 50% harus kembali ke taman nasional, sisanya bisa dibagi 30% diambil oleh pusat, 20% dikembalikan ke pemerintah daerah kan Win-win solution,” ujar Sudin.

Menurut Sudin, peran serta hotel dan operator wisata lokal sangat penting dalam mendukung keberlanjutan taman melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Hotel-hotel besar yang mendapat keuntungan dari wisatawan yang datang untuk melihat Komodo seharusnya berkontribusi lebih dalam konservasi. Misalnya dengan menyediakan solar untuk operasional kapal wisata yang banyak mengalami kesulitan membeli bahan bakar.

“Terbayang enggak sekarang ini mereka aja (kapal-kapal wisata), saya rasa untuk beli solar genset pun berat sekali. Sementara hotel-hotel harusnya kan tergerak hatinya memberikan CSR, misalnya memberikan solar. Terbayang tidak orang itu nginp di hotel di labuan Bajo ini apa tujuannya apa? Ya melihat Komodo, kalau ini ditutup hotelnya juga tutup, kenapa mereka tidak menyisihkan sedikit aja CSR,” ujarnya.

Sudin menekankan bahwa keberlangsungan Taman Nasional Komodo tidak hanya penting bagi konservasi tetapi juga untuk ekonomi lokal. “Jika taman ini ditutup, banyak sektor usaha yang akan terkena dampak, termasuk hotel-hotel di area tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan solusi win-win yang mendukung keberlangsungan hidup Komodo dan juga masyarakat lokal,” pungkas Sudin. •skr/aha

Berita terkait

Pariwisata di NTT Harus Harus Didukung Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan
Industri dan Pembangunan
Pariwisata di NTT Harus Harus Didukung Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan
Perjuangan Warga Cluster Vasana dan Neo Vasana Bekasi Dapatkan Hak Akses Ibadah Harus Jadi Perhatian Semua Pihak
Politik dan Keamanan
Perjuangan Warga Cluster Vasana dan Neo Vasana Bekasi Dapatkan Hak Akses Ibadah Harus Jadi Perhatian Semua Pihak
Kotak Kosong Menang di Dua Pilkada di Babel, Fauzan Khalid: Semua Pihak Harus Evaluasi
Kesejahteraan Rakyat
Kotak Kosong Menang di Dua Pilkada di Babel, Fauzan Khalid: Semua Pihak Harus Evaluasi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Pariwisata di NTT Harus Harus Didukung Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Selanjutnya

Ansy Lema Dorong Pengembangan Sentra Pertanian dan Kelautan di Manggarai Barat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h