E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Fenomena ‘No Viral, No Justice’ Kasus Perundungan Jadi Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

Diterbitkan
Kamis, 28 Mar 2024 19.40 WIB
Bagikan:
Fenomena ‘No Viral, No Justice’ Kasus Perundungan Jadi Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

Anggota Komisi X DPR RI Fahmi Alaydroes, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR ke Pemkab Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (26/3/2024). Foto: Bunga/nr.

PARLEMENTARIA, Bekasi – Anggota Komisi X DPR RI Fahmi Alaydroes, tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap oknum pelaku bullying (perundungan) yang mengangkangi hukum lewat oknum aparat yang terlibat di dalamnya. Kasus kekerasan seperti perundungan di lingkungan satuan pendidikan telah menjadi sorotan utama, dengan insiden-insiden yang semakin sering terjadi. Salah satu prioritas utama negara yang berlandaskan hukum tercermin dari perlindungannya terhadap semua warga negara, termasuk anak-anak. Namun, ketika kasus perundungan diabaikan atau tidak ditangani secara serius, itu menandakan kegagalan sistem dalam melindungi warga negaranya.

“Rusaknya negeri, kalau ada oknum-oknum tertentu yang kemudian dalam tanda petik mengangkangi hukum. Negeri kita negeri hukum dan negara harus melindungi semua warga. Ketika bicara korban, korban ini kan anak-anak kita, korban ini kan warga negara kita. Tidak boleh kemudian diabaikan dengan negara atau kita membiarkan ada pihak-pihak tertentu yang kemudian mencoba untuk memperalat pihak-pihak tertentu agar kasus ini tidak berlanjut,” ujar Fahmi usai ditemui Parlementaria usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR ke Pemkab Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (26/3/2024).

“Ketika bicara korban, korban ini kan anak-anak kita, korban ini kan warga negara kita.”

Fahmi Alaydroes juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perundungan, namun juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dalam mencegah kasus-kasus semacam itu. Dia menekankan bahwa kelemahan dalam pendidikan karakter merupakan akar dari masalah ini. Jika pendidikan karakter lebih diperhatikan dan ditekankan dalam sistem pendidikan nasional, kemungkinan kasus-kasus perundungan dapat diminimalisir.

“Jadi, esensinya adalah tegakan hukum, tapi sebelum tegakan hukum itu tadi yang kembali kepada persoalan pendidikan. Jadi, persoalan utama di pendidikan nasional kita adalah pendidikan karakter yang sangat lemah. Kalau pendidikan karakter kita kuat, maka kasus-kasus perundungan ini akan sirna,” ungkapnya.

Namun, fenomena yang semakin mengkhawatirkan adalah bahwa tidak semua kasus perundungan mendapatkan perhatian yang layak, terutama jika tidak menjadi viral di media sosial. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa keadilan tidak selalu ditegakkan, terutama ketika pelaku memiliki kekuasaan atau hubungan yang kuat dengan institusi-institusi penegak hukum.

“Jadi ketika ada fenomena no-viral no-justice atau warga negara kemudian mengadu kepada masyarakat melalui media sosial, itu menjadi peringatan, menjadi sinyal bahwa aparat negara itu lemah atau tidak dipercaya oleh masyarakat. Ini kan indikasi negara yang gagal, bagaimana kalau kemudian warga negara tidak lari kepada aparat, tidak berlindung kepada pemerintah, tapi mereka berlindung atau mencari keadilan kepada masyarakat dalam kaitannya hal ini yaitu netizen. Menurut saya ini pukulan yang sangat memperhatinkan untuk praktek berbangsa dan bernegara. Kita harus perbaiki, terutama saya mendorong dengan tegas pemerintah yang terlibat untuk bertindak secara adil,” tandas Legislator PKS tersebut.

Sebagai negara yang berlandaskan pada hukum, upaya untuk menegakkan keadilan haruslah menjadi prioritas, terutama dalam melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan menggabungkan penegakan hukum yang kuat dengan pendidikan karakter yang kokoh, diharapkan dapat membangun penerus bangsa yang bijak dan berkeadilan. •blf/aha

Berita terkait

Kasus Hogi Minaya Jadi Sorotan, Legislator Nilai Penegakan Hukum Keliru
Politik dan Keamanan
Kasus Hogi Minaya Jadi Sorotan, Legislator Nilai Penegakan Hukum Keliru
Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo
Politik dan Keamanan
Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo
Komisi III Kawal Penegakan Hukum Kasus Sengketa Kondotel Bellevue Radio Dalam
Politik dan Keamanan
Komisi III Kawal Penegakan Hukum Kasus Sengketa Kondotel Bellevue Radio Dalam
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Ada Usulan Jakarta Jadi Ibu Kota Legislatif, Puan: Perlu Dilihat Dulu

Selanjutnya

Jelang Mudik Lebaran, Legislator Serukan Kemenhub Serius Siapkan Kelayakan Transportasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h