PARLEMENTARIA, Tangerang – Anggota
Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengungkapkan bahwa jumlah
UMKM yang sudah mencapai skala global saat ini masih rendah. Ia bilang demi mendorong
UMKM yang sudah bangkit, negara juga perlu hadir dan memperhatikan
UMKM yang masih berada di bawah sehingga bisa naik kelas.
“Kalau kita punya 65,2 juta unit
UMKM di seluruh Indonesia, mungkin yang sekarang ini dipamerkan (di ranah global) itu enggak lebih dari 10 persennya atau mungkin 10 juta unit. Masih banyak kita yang masih membutuhkan penanganan serius,” ujar Anis saat Kunjungan Kerja
Komisi XI di Gading Serpong, Tangerang, Rabu (31/1/2024).
Ia mengungkapkan, di samping pelaku UMK ultra mikro didominasi ibu ibu
rumah tangga maupun yang memang tidak memiliki pendapatan dan tersebar di banyak wilayah,
bantuan yang diberikan dari berbagai instansi guna kemajuan
UMKM dinilai belum cukup. Maka dari itu,
UMKM tetap membutuhkan negara dan
masyarakat untuk bisa membantu. “Karena kita tahu
UMKM ada tulang punggung
ekonomi Indonesia yang mana
UMKM menyumbang lebih dari 60 persen
ekonomi Indonesia,” imbuhnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi terhadap
UMKM yang sudah go
digital yang sudah ekspansi sampai ke tingkat dunia. Menurutnya, produk-produk Indonesia yang diproduksi oleh
UMKM ini membanggakan ya. Bahkan, beberapa produk sudah ada yang mendapatkan pesanan dari luar negeri selama puluhan tahun.
“Ada untuk beberapa produk bahkan saya lihat tadi sudah dipesan selama bertahun-tahun dari Eropa ada yang dari Amerika gitu. ini sebetulnya sesuatu yang patut kita dorong.
UMKM punya tempat tersendiri di hati
masyarakat dunia.
UMKM Indonesia punya tempat sendiri dan ini sepatunya menjadi kebanggaan Indonesia dan patut untuk kita dorong kemajuannya,” jelas
Legislator Dapil DKI Jakarta I. •hal/aha