E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VII Minta Penggunaan BBM Baru yang Ramah Lingkungan Tidak Beratkan Masyarakat

Diterbitkan
Kamis, 18 Jan 2024 04.28 WIB
Bagikan:
Komisi VII Minta Penggunaan BBM Baru yang Ramah Lingkungan Tidak Beratkan Masyarakat

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat diwawancarai Parlementaria di Senayan, Jakarta, Kamis (18/1/2024). Foto: Oji/nr.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengungkapkan, jika memang akan ditetapkan Pertalite Plus dengan Ron 91 atau Pertamax yang konon lebih ramah lingkungan, maka pihaknya minta harganya sama dengan harga Pertalite saat ini, yakni sebesar 10 ribu rupiah per liternya.

“Saya juga mendengar, konon kabarnya akan ada BBM dengan Ron 91, yakni antara Pertalite yang selama ini ada, Pertalite Ron 90 dengan Pertamax Ron 92, untuk akhirnya nanti menuju standar Pertamax yang ramah lingkingan. Tetapi bagi kami tidak hanya bagus dari aspek ramah lingkungan, namun juga yang harus diingat bagaimana affordability atau ketersediaannya yang mudah dijangkau, mudah didapatkan. Serta yang terpenting tidak memberatkan masyarakat, artinya terjangkau untuk daya beli masyarakat,” papar Sugeng ditemui Parlementaria di ruang pimpinan Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Dengan kata lain, pihaknya mengusulkan jika toh memang akan ditetapkan BBM Pertalite Plus dengan Ron 91 (selama iini Pertalite Ron 90)  yang lebih ramah lingkungan, maka harganya diupayakan harus seharga Pertalite saat ini, yakni sbeesar 10 ribu rupiah per liternya. Meskipun harga srbesar itu berdasarkan asumsi dasarnya mendapat subsidi sebesar 2 ribu rupiah per liternya.

Meski demikian, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, prinsip dasar dalam menetapkan BBM dan harga BBM saat ini, di zaman subsidib adalah, pertama dan yang utama adalah tidak memberatkan masyarakat, kedua jika memang harus menggunakan subsidi, maka jangan sampai membebani keuangan Negara. Dan yang ketiga adalah jangan memberatkan korporasi yang mendapat tugas untuk menyalurkan dan menjual BBM tersebut, yakni Pertamina.

“Karena kami, DPR baru saja memasuki masa persidangan, maka hal ini tentu akan kami bahas bersama lagi nanti. Yang pasti prinsip dasarnya seperti yang tadi saya jelaskan, ramah lingkungan, tidak memberatkan masyarakay, tidak membebani keuangan Negara, serta tidak memberatkan korporasi yang bertugas menyalurkan dam menjual BBM tersebut, dalam hal ini Pertamina,” pungkasnya.

Sementara itu, dilansir dari berbagai media, salah satunya, Radar Jogja, Dirut PT Pertamina, (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan perihal pergantian Pertalite dengan bahan bakar minyak jenis baru, yakni Pertamax Green 92. Pertamax Green 92 ini merupakan campuran antara Pertalite dengan bioetanol yang merupakan sari-sari berasal dari tumbuhan dengan jumlah kadar yang berbeda-beda. Pertamax Green 92 dengan mencampur RON 92 dengan 7 persen bioetanol, sementara Pertamax Green 95 mencampur Pertamax dengan 8 persen bioethanol yang lebih ramah lingkungan. •ayu/aha

Berita terkait

Mulyanto Minta Pemberlakuan BBM Berstandar Euro 4 Tidak Tergesa-gesa
Industri dan Pembangunan
Mulyanto Minta Pemberlakuan BBM Berstandar Euro 4 Tidak Tergesa-gesa
Mulyanto Beri Syarat Dukung Peluncuran BBM Jenis Baru: Tidak Gantikan BBM Bersubsidi
Industri dan Pembangunan
Mulyanto Beri Syarat Dukung Peluncuran BBM Jenis Baru: Tidak Gantikan BBM Bersubsidi
Komisi VII Minta Pemerintah Sosialisasi Terkait Wacana Pembatasan BBM Subsidi
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Minta Pemerintah Sosialisasi Terkait Wacana Pembatasan BBM Subsidi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Antisipasi Kemacetan di Pintu Toll, Pemerintah Perlu Masifkan Edukasi Pelayanan Tol Elektronik

Selanjutnya

Komisi V Minta Kemenhub Tingkatkan Layanan Angkutan Mudik di Masa Mendatang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h