
Kepala PA3KN Furcony Putri Syakura dalam kegiatan Penguatan Kualitas Layanan PA3KN melalui Transformasi Digital dan Workshop Kepemimpinan di Gedung DPR, Jakarta.|Foto: Sari/jk
PARLEMENTARIA, Jakarta – Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (PA3KN) Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal (SetjePARLEMENTARIA, Jakarta – Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (PA3KN) Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mengembangkan Sistem Layanan Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (SYAKURA) untuk memperkuat dukungan analisis bagi Pimpinan dan Anggota DPR RI. Melalui platform digital ini, seluruh tahapan layanan analisis, mulai dari pengajuan permintaan, penugasan analis, pemantauan progres pekerjaan, hingga reviu dan pengendalian mutu hasil analisis, diintegrasikan agar lebih terarah dan terpantau.
Kepala PA3KN Furcony Putri Syakura menjelaskan, pengembangan SYAKURA merupakan salah satu upaya PA3KN dalam menjawab kebutuhan Pimpinan dan Anggota DPR RI terhadap produk analisis yang semakin dinamis. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Penguatan Kualitas Layanan PA3KN melalui Transformasi Digital dan Workshop Kepemimpinan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurut Furcony, informasi yang dibutuhkan Pimpinan dan Anggota DPR tidak hanya harus akurat dan berbasis data, tetapi juga ringkas, cepat tersedia, serta mampu menjawab substansi isu yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Karena itu, peningkatan kualitas layanan tidak cukup hanya dilakukan dengan memperkuat substansi analisis. PA3KN juga perlu memperbaiki proses bisnis dan memastikan setiap tahapan layanan dapat dikelola secara sistematis.
“Melalui pilot project ini, kita ingin menguji bagaimana sistem tersebut dapat diterapkan dalam proses kerja sehari-hari. Kita juga ingin mengidentifikasi berbagai kendala, memperoleh masukan dari pengguna, serta memastikan bahwa alur kerja yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan layanan,” ujar Furcony.
Ia berharap SYAKURA tidak sekadar menjadi aplikasi administrasi, tetapi menjadi instrumen yang memperkuat keterhubungan antara kebutuhan Pimpinan dan Anggota DPR RI dengan produk Analisis Ringkas Cepat yang dihasilkan PA3KN. Dengan demikian, proses layanan dapat semakin terarah dan terpantau, sementara kualitas hasil analisis dijaga melalui mekanisme pengendalian mutu yang lebih baik.
Furcony menambahkan, penguatan dukungan analisis juga perlu ditopang pengelolaan pengetahuan organisasi. Untuk itu, PA3KN menyosialisasikan Platform Repository Informasi dan Sistem Manajemen Analisis (PRISMA) sebagai sarana pengelolaan hasil analisis, referensi, dan informasi agar dapat terdokumentasi serta dimanfaatkan kembali untuk mendukung pekerjaan berikutnya.
Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui workshop kepemimpinan dan komunikasi interpersonal. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif dalam menjalankan transformasi layanan PA3KN. (fa/aha)n) DPR RI mengembangkan Sistem Layanan Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (SYAKURA) untuk memperkuat dukungan analisis bagi Pimpinan dan Anggota DPR RI. Melalui platform digital ini, seluruh tahapan layanan analisis, mulai dari pengajuan permintaan, penugasan analis, pemantauan progres pekerjaan, hingga reviu dan pengendalian mutu hasil analisis, diintegrasikan agar lebih terarah dan terpantau.
Kepala PA3KN Furcony Putri Syakura menjelaskan, pengembangan SYAKURA merupakan salah satu upaya PA3KN dalam menjawab kebutuhan Pimpinan dan Anggota DPR RI terhadap produk analisis yang semakin dinamis. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Penguatan Kualitas Layanan PA3KN melalui Transformasi Digital dan Workshop Kepemimpinan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurut Furcony, informasi yang dibutuhkan Pimpinan dan Anggota DPR tidak hanya harus akurat dan berbasis data, tetapi juga ringkas, cepat tersedia, serta mampu menjawab substansi isu yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Karena itu, peningkatan kualitas layanan tidak cukup hanya dilakukan dengan memperkuat substansi analisis. PA3KN juga perlu memperbaiki proses bisnis dan memastikan setiap tahapan layanan dapat dikelola secara sistematis.
“Melalui pilot project ini, kita ingin menguji bagaimana sistem tersebut dapat diterapkan dalam proses kerja sehari-hari. Kita juga ingin mengidentifikasi berbagai kendala, memperoleh masukan dari pengguna, serta memastikan bahwa alur kerja yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan layanan,” ujar Furcony.
Ia berharap SYAKURA tidak sekadar menjadi aplikasi administrasi, tetapi menjadi instrumen yang memperkuat keterhubungan antara kebutuhan Pimpinan dan Anggota DPR RI dengan produk Analisis Ringkas Cepat yang dihasilkan PA3KN. Dengan demikian, proses layanan dapat semakin terarah dan terpantau, sementara kualitas hasil analisis dijaga melalui mekanisme pengendalian mutu yang lebih baik.
Furcony menambahkan, penguatan dukungan analisis juga perlu ditopang pengelolaan pengetahuan organisasi. Untuk itu, PA3KN menyosialisasikan Platform Repository Informasi dan Sistem Manajemen Analisis (PRISMA) sebagai sarana pengelolaan hasil analisis, referensi, dan informasi agar dapat terdokumentasi serta dimanfaatkan kembali untuk mendukung pekerjaan berikutnya.
Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui workshop kepemimpinan dan komunikasi interpersonal. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif dalam menjalankan transformasi layanan PA3KN. (fa/aha)