
Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa saat Kunjungan Kerja Spesifik di Pelabuhan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. |Foto: Anju/sai
PARLEMENTARIA, Manggarai Barat – Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa mendorong penguatan infrastruktur energi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan keandalan pasokan listrik. Menurutnya, kondisi distribusi energi saat ini berjalan baik, namun langkah antisipasi tetap diperlukan untuk menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem.
Dipo mengatakan distribusi BBM di Labuan Bajo sejauh ini belum mengalami kendala berarti. Namun, faktor cuaca dan gelombang laut menjadi perhatian karena dapat menghambat proses pengiriman, terutama pada waktu tertentu ketika kapal kesulitan bersandar.
“Distribusi BBM sementara ini bagus, belum ada kendala. Tetapi kendala biasanya terkait cuaca dan gelombang. Ada bulan-bulan tertentu kapal susah sandar, bahkan terkadang ada jalan yang putus,” ujar Dipo kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XII DPR RI di Pelabuhan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (17/09/2026).
Untuk memastikan ketersediaan BBM tetap stabil, legislator daerah pemilihan NTT I itu menyampaikan sejumlah usulan kepada PT Pertamina Patra Niaga. Salah satunya dengan memperkuat kapasitas penyimpanan BBM melalui penambahan maupun perluasan fasilitas penyimpanan di sejumlah titik strategis.
Dipo mengusulkan agar kapasitas storage di Rio dapat diperbesar, pembangunan storage baru di Labuan Bajo dipertimbangkan, serta disiapkan jalur alternatif pengiriman BBM dari Bima apabila terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, penguatan infrastruktur dan distribusi energi penting dilakukan karena Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan pariwisata prioritas yang membutuhkan dukungan pasokan energi secara berkelanjutan.
“Kalau kondisi mendesak, bisa mengambil dari Bima untuk dibawa ke Bajo. Karena Bajo ini untuk pariwisata, sehingga kebutuhan energinya harus menjadi perhatian,” katanya.
Selain BBM, Dipo mengapresiasi kinerja PT PLN (Persero) dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Labuan Bajo. Ia menilai respons petugas PLN dalam menangani gangguan selama ini berlangsung cepat.
“Listrik di sini saya salut, saya apresiasi kepada teman-teman PLN. Mereka kerjanya cepat sekali. Ketika dihubungi, langsung dikerjakan. Keluhan juga hampir tidak ada, hanya kendala-kendala standar,” ungkapnya.
Meski demikian, Dipo menilai masih diperlukan peningkatan peralatan operasional PLN, terutama untuk menghadapi gangguan akibat cuaca buruk. Hujan disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang menjadi salah satu tantangan dalam menjaga jaringan listrik di wilayah daratan Flores.
Ia mendorong penambahan kendaraan operasional, seperti mobil double cabin dan sepeda motor lapangan, serta peralatan teknis lainnya agar petugas dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi gangguan.
“Kendala utama di sini kalau hujan angin banyak pohon tumbang. Peralatan mereka perlu ditambah, termasuk mobil double cabin, sepeda motor, dan tangga-tangga baru,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dipo juga menyampaikan hasil pertemuannya dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jatimbalinus Iwan Yudha terkait kesiapan fasilitas energi di wilayah Flores. Menurutnya, telah terdapat penambahan storage di Rio dan Sikka, serta rencana penambahan fasilitas penyimpanan di Labuan Bajo yang berada di sekitar kawasan Pelabuhan Pelindo.
Dengan adanya sejumlah titik penyimpanan BBM tersebut, politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai kebutuhan energi masyarakat Flores ke depan dapat ditopang oleh jaringan distribusi yang lebih tersebar. Kondisi tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan pasokan ketika terjadi kondisi darurat maupun pascabencana.
“Kalau semuanya sudah jadi, hampir tidak ada alasan lagi. Saya pikir kebutuhan daratan Flores bisa dipenuhi dari tiga tempat itu. Kalau ada kondisi pascabencana, sudah bisa meng-cover dan tidak terlalu mengharapkan dari luar lagi,” pungkasnya. (AAS/um)