
Ketua DPR RI Puan Maharani, dalam sesi doorstop di hadapan awak media yang digelar di selasar Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto: Sari/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di lingkaran ring of fire. Oleh karena itu, Puan menekankan pentingnya penanganan bencana terpadu lintas sektor dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi leading sector.
Hal tersebut disampaikan Puan di hadapan awak media usai Rapat Paripurna DPR RI ke- 5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 dalam sesi doorstop di hadapan awak media yang digelar di selasar Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
"Yang menjadi lead adalah BNPB. Jadi dengan situasi seperti ini, saya mengharapkan bisa dilakukan lagi hal seperti itu. Ada salah satu leading sector yang melakukan hal tersebut untuk segera mengantisipasi hal ini, sehingga bisa segera selesai,” ujar Puan.
Tak hanya itu, Puan menambahkan bahwa Pimpinan DPR nantinya akan meminta pemerintah untuk mengulang pola penanganan terpadu serupa agar berbagai kendala di lapangan dapat segera tertangani dengan cepat.
"Untuk itu pun harusnya dilakukan tetap begitu, makanya tadi di pimpinan DPR nantinya yang sudah mempunyai tim bencana akan meminta pemerintah untuk bisa melakukan hal seperti itu lagi agar hal-hal yang sekarang terjadi itu cepat teratasi,” tandas Puan.
Adapun sebagai solusi jangka panjang, Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut menggarisbawahi perlu adanya perumusan Pemerintah berupa langkah strategis lanjutan pasca-bencana guna mengantisipasi berbagai potensi risiko di masa mendatang.
Selain penanggulangan darurat, Puan mengingatkan Pemerintah mengenai pentingnya antisipasi terhadap dampak lanjutan yang mencakup berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
"Karena masalah bencana, masalah kebakaran ini bukan hanya bagaimana kita mengatasinya sekarang, tapi apa yang akan harus kita atasi setelahnya, yaitu bagaimana berkait dengan masalah sosial, yaitu pendidikan,” tegas Puan.
“Kemudian kesejahteraan masyarakat seperti sekarang sudah ada masalah ISPA, kemudian kondisi anak-anak yang pendidikannya terganggu itu juga harus segera teratasi dan bagaimana kedepannya itu harus segera ada solusinya,” lanjut Puan menutup wawancara. (pun/aha)