E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|Baleg|MKD|BAKN|karhutla|KUR|Singgih Januratmoko|RUU Reforma Agraria|Ahmad Iman Sukri|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|Baleg|MKD|BAKN|karhutla|KUR|Singgih Januratmoko|RUU Reforma Agraria|Ahmad Iman Sukri|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|Baleg|MKD|BAKN|karhutla|KUR|Singgih Januratmoko|RUU Reforma Agraria|Ahmad Iman Sukri|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Soroti Lending Ekraf di Bawah 10 persen, Novita Hardini Nilai IP Bisa Jadi Jaminan

Diterbitkan
Senin, 31 Agu 2026 08.15 WIB
Bagikan:
Soroti Lending Ekraf di Bawah 10 persen, Novita Hardini Nilai IP Bisa Jadi Jaminan

Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini saat Mengikuti Agenda Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR ke Nuanu Creative City, Tabanan, Bali.|Foto: Safitri/jk

PARLEMENTARIA, Bali - Besarnya potensi ekonomi kreatif belum sepenuhnya diikuti dengan kemudahan akses pembiayaan bagi para pelakunya. Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar sektor ekonomi kreatif dapat tumbuh lebih optimal. Ia pun mendorong perbankan dan pemerintah mencari skema permodalan yang lebih terbuka, aman, dan mudah diakses oleh pelaku ekraf.

 

Menurut Novita, persoalan permodalan menjadi salah satu aspek yang perlu terus diawasi karena pelaku ekonomi kreatif juga merupakan bagian dari UMKM yang memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu hal yang didorongnya adalah pemanfaatan intellectual property (IP) sebagai jaminan untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.

Lihat Juga :

Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan

Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan

Soroti Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat, Novita Hardini: Tidak Ada Kompromi

Soroti Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat, Novita Hardini: Tidak Ada Kompromi

 

"Kami mendorong agar IP ini bisa menjadi jaminan bagi teman-teman pelaku ekonomi kreatif yang ada di Provinsi Bali dan juga semua provinsi yang ada di Indonesia," kata Novita saat kunjungannya ke Tabanan, Bali bersama Komisi VII DPR, pada Jumat (28/08/2026).

 

Ia menyadari penerapan skema tersebut juga harus mempertimbangkan aspek keamanan dan kelayakan dari sisi perbankan. Karena itu, Komisi VII DPR ingin mendengar aspirasi industri perbankan untuk mencari pola pembiayaan yang memungkinkan pelaku ekonomi kreatif memperoleh modal dengan lebih mudah.

 

"Tapi kalau memang pada kenyataannya memberatkan dari pihak perbankan, kami pun dalam perbincangan hari ini ingin mendengar aspirasi dari pihak perbankan kira-kira pola atau skema apa yang aman sehingga teman-teman pelaku ekonomi kreatif ini tetap mendapat tempat dan hak yang sama memperoleh akses permodalan yang mudah, kurang lebih seperti itu," ujarnya saat diminta keterangan Parlementaria.

 

Namun demikian, pada Nuanu Creative City, Novita menyebut, persoalan permodalan tidak menjadi kendala utama di Nuanu karena menggunakan pendanaan mandiri dan investor. Namun, kondisi tersebut menurutnya belum dapat menjadi gambaran menyeluruh mengenai akses pembiayaan sektor ekonomi kreatif di Bali maupun daerah lain.

 

Karena itu, ia berpandangan, Komisi VII DPR masih perlu melakukan pendalaman serta kunjungan ke ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya untuk mengetahui kondisi permodalan secara lebih luas.

 

"Iya pasti ada, makanya kami kalau ingin mendengar semua laporan-laporan itu harusnya tidak lisan aja dong, harusnya memaparkan data, hanya saja kami perlu cross-check lagi, sehingga kedatangan kami Komisi VII hari ini, kami mendengar bahwa masalah permodalan ini bukan menjadi isu, kami perlu dialamin lagi," ungkapnya.

 

Novita juga menyoroti masih minimnya porsi pembiayaan yang mengalir kepada sektor ekonomi kreatif. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Komisi VII DPR untuk mendorong keberpihakan akses modal yang lebih kuat terhadap pelaku ekonomi kreatif.

 

"Tapi yang menjadi catatan saya, data yang saya temukan adalah permodalan yang lending kepada teman-teman ekonomi kreatif itu masih sangat-sangat minim, masih di bawah 10%, sekitar 6%-31%, yang lain turunnya berupa perdagangan barang, jasa, tapi yang berbasis ekonomi kreatif masih di bawah 10%," tegasnya.

 

Menurut Novita, penguatan ekonomi kreatif juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak cukup apabila hanya mengandalkan pendekatan konvensional.

 

"Jadi target Pak Presiden 8% pertumbuhan ekonomi nasional, saya rasa susah dicapai kalau kita hanya menggunakan pendekatan pertumbuhan ekonomi konvensional saja," ujarnya.

 

Politisi yang membidangi sektor UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata itu pun menegaskan Komisi VII DPR mendukung upaya pemerintah memperbesar kontribusi ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.

 

"Jadi kami dari teman-teman Komisi VII mendorong upaya baik pemerintah ini dalam rangka menumbuhkan ekonomi nasional sampai seperti target yang dicita-citakankan oleh Pak Presiden, salah satunya melalui pendekatan tumbuhnya ekonomi kreatif," pungkasnya. (sr/we)

Berita terkait

Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan
Industri dan Pembangunan
Kawendra Lukistian: Perbankan Perlu Jangkau KUR Ekraf, IP Bisa Jadi Agunan Masa Depan
Soroti Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat, Novita Hardini: Tidak Ada Kompromi
Industri dan Pembangunan
Soroti Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat, Novita Hardini: Tidak Ada Kompromi
Luar Biasa! Penurunan Stunting di Minahasa Utara Lebih dari 10 Persen di 2023
Kesejahteraan Rakyat
Luar Biasa! Penurunan Stunting di Minahasa Utara Lebih dari 10 Persen di 2023
Tags:#Komisi VII#UMKM#Ekraf#Novita Hardini
Sebelumnya

Modifikasi Cuaca Butuh Survei, Hamka B. Kady Wanti-Wanti Anggaran Miliaran Terbuang

Selanjutnya

Empat Ribu Warga Terdampak, Saan Mustopa Soroti Krisis Air Bersih di Slangit

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1154)
  • Industri dan Pembangunan(3933)
  • Isu Lainnya(1078)
  • Kesejahteraan Rakyat(3926)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4764)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#Komisi VIII#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|Baleg|MKD|BAKN|karhutla|KUR|Singgih Januratmoko|RUU Reforma Agraria|Ahmad Iman Sukri|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h