
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Gili Meno, Lombok, NTB.|Foto : Tari/Andri
PARLEMENTARIA, Lombok – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong pembenahan kawasan Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti penguatan UMKM serta ekonomi kreatif. Menurutnya, pengembangan pariwisata harus memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Perbaikan itu adalah keharusan. Apa-apa yang kurang selama ini tentu harus diperbaiki dari waktu ke waktu,” ujar Saleh saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Gili Meno, Lombok, NTB, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan ini, Saleh juga turut menanggapi rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan pembenahan menyeluruh di tiga Gili setelah musim liburan berakhir. Menurutnya, destinasi wisata harus terus berkembang agar wisatawan memiliki alasan untuk kembali berkunjung. Karena itu, pembenahan fasilitas dan infrastruktur perlu dilakukan secara berkala.
“Pariwisata itu harus progresif, harus maju, harus berkembang dinamis. Kalau itu-itu saja, sekali dia datang, nggak datang lagi,” jelas Politsi Fraksi PAN ini.
Saleh menilai pembenahan setelah musim liburan merupakan momentum tepat karena aktivitas wisatawan mulai berkurang sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih fokus dan tidak terlalu mengganggu kegiatan pariwisata.
Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya menghubungkan pariwisata dengan UMKM dan ekonomi kreatif. Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha. “Kita berharap ada kolaborasi kegiatan-kegiatan pariwisata ini dengan pengembangan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, kalau perlu industri-industri,” ungkapnya.
Saleh berharap pengembangan tiga Gili sejalan dengan prioritas pemerintah pusat dalam memperkuat UMKM. Dukungan anggaran yang besar, menurutnya, perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan ekonomi kreatif di kawasan wisata. “Kalau anggaran itu bisa dikembangkan untuk pengembangan ekonomi kreatif di sini dan juga UMKM, itu tentu dampaknya akan dirasakan, terutama di NTB ini,” jelas Saleh.
Ia pun mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, UMKM, dan masyarakat memperkuat sinergi agar pembenahan tiga Gili tidak sekadar meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Jadi mudah-mudahan ini nanti bisa kita kawal bersama-sama, bersama dengan media tentunya,” pungkasnya. (mri/we)