
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati saat menerima aspirasi Karang Taruna di Jakarta Selatan. Foto: Nadya/Mahendra|Foto: Nadya/Mahendra
PARLEMENTARIA, Jakarta Selatan - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menerima aspirasi dari organisasi Karang Taruna di daerah pemilihannya, DKI Jakarta II. Mereka mengeluhkan terkait kesulitan generasi muda dalam mengakses lapangan pekerjaan yang kian menyempit dan tersegmentasi.
Dalam pertemuan, di Jakarta Selatan, Jumat (01/05/2026), para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna itu menyampaikan keluhan bahwa lapangan pekerjaan saat ini cenderung hanya terbuka bagi mereka yang memiliki koneksi atau orang dalam. Selain itu, mereka juga mengungkapkan keresahan soal besarnya biaya pungutan yang harus dikeluarkan jika ingin bekerja di luar negeri.
Merespons keluhan tersebut, Kurniasih menyarankan agar para pemuda mengikuti seminar atau pelatihan keahlian yang bersertifikat dan diselenggarakan oleh lembaga penyedia terpercaya.
"Saya menyarankan kepada adik-adik untuk mengikuti pelatihan keahlian yang bersertifikat dari lembaga terpercaya. Ini penting agar nantinya bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki," saran Kurniasih.
Ia menekankan pentingnya tiga pilar pengembangan kompetensi bagi generasi muda, yakni skilling, upskilling, dan reskilling.
"Ada tiga hal yang perlu dikuasai oleh anak-anak muda kita: skilling untuk belajar keterampilan baru, upskilling untuk meningkatkan keterampilan yang sudah ada, dan reskilling untuk mempelajari keterampilan baru ketika ingin berganti profesi," jelasnya.
Terkait keluhan soal besarnya biaya pungutan untuk bekerja di luar negeri, Kurniasih menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ulah oknum yang harus diwaspadai.
"Kalau melalui penyelenggara pekerja migran yang resmi, seharusnya tidak ada pungutan biaya. Jadi kalau ada yang minta bayaran mahal-mahal, itu ulah oknum. Harus hati-hati," tegasnya.
Kurniasih juga memberikan peringatan keras kepada para pemuda yang berencana bekerja ke luar negeri agar lebih selektif dalam memilih negara tujuan. Ia menyebut beberapa negara seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, dan Vietnam yang kerap menjadi tempat terjadinya kasus perdagangan orang dengan modus penawaran pekerjaan.
"Untuk negara-negara seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, Vietnam, saya kurang merekomendasikan karena di sana sering terjadi kasus perdagangan orang dengan modus tawaran kerja. Jadi lebih baik berhati-hati dan pilih negara tujuan yang lebih aman," ujarnya.
Para anggota Karang Taruna juga menyampaikan harapan agar Kurniasih dapat membantu pengembangan skill anak-anak muda melalui kursus-kursus singkat yang diselenggarakan di tingkat lokal. Saat ini, organisasi kepemudaan tersebut telah menyelenggarakan kursus bahasa Inggris, namun terkendala ketersediaan pengajar dan lokasi tempat kursus yang memadai.
Menanggapi permintaan tersebut, Kurniasih menyatakan kesediaannya untuk membantu dengan mengonsolidasikan kebutuhan tersebut bersama pengurus partai dan tim kerjanya.
"Untuk kebutuhan pengajar dan tempat kursus, InsyaAllah akan saya bantu koordinasikan dengan pengurus partai dan tim saya. Kita akan cari solusi bersama supaya program-program pelatihan di tingkat lokal ini bisa berjalan lebih baik," janjinya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang memiliki mitra kerja dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kurniasih menegaskan komitmennya untuk mendukung dan memperkuat peran kepemudaan di daerah pemilihannya, khususnya dalam hal penyediaan akses lapangan kerja dan peningkatan keterampilan.
Ia menilai bahwa pemberdayaan pemuda melalui peningkatan kompetensi merupakan kunci untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kesenjangan akses kerja yang selama ini menjadi keluhan utama generasi muda.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita melalui skilling, upskilling, dan reskilling. Dengan begitu, mereka punya daya saing yang lebih baik di dunia kerja," pungkas Politisi Fraksi PKS ini.
Kurniasih juga berharap agar program-program pelatihan dan pengembangan skill yang diinisiasi oleh organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dapat terus didukung, baik oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, sehingga generasi muda Indonesia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang. (ndy/rdn)