E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Nevi Zuairina Pertanyakan Strategi BTN dan BNI Hadapi Rasio Kredit Menganggur yang Membesar

Diterbitkan
Senin, 26 Jan 2026 16.35 WIB
Bagikan:
Nevi Zuairina Pertanyakan Strategi BTN dan BNI Hadapi Rasio Kredit Menganggur yang Membesar

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, dalam Rapat Kerja dengan Direktur Bank BTN dan BNI di Ruang Rapat Komisi VI, di Gedung DPR, Senin (26/1/2026). Foto: Farhan/Karisma.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mempertanyakan rasio kredit menganggur Bank BTN dan BNI, menurutnya saat ini angka kredit menganggur atau undisbursed loan kian menumpuk. Fasilitas kredit yang belum dicairkan pada November 2025 sebesar Rp 2.509,4 triliun atau 23,18 persen dari plafon kredit yang tersedia, melonjak dibanding Oktober 2025 yang tercatat Rp 2.450,7 triliun atau 22,97 persen dari plafon kredit yang tersedia.

“Angka kredit menganggur yang sudah mencapai 2.500 triliun, direksi harus mampu menganalisis dan mempunyai road map strategi agar angka kredit menganggur turun pada tahun 2026,” imbuhnya dalam Rapat Kerja dengan Direktur Bank BTN dan BNI di Ruang Rapat Komisi VI, di Gedung DPR, Senin (26/1/2026).

Menurutnya tingginya angka kredit menganggur  ini jadi salah satu faktor yang memengaruhi angka pertumbuhan kredit tak sekuat tahun lalu dari sisi permintaan. “Bagaimana porsi kredit produktif umkm dan koperasi dalam road map 2026 bagaimana indikatornya?” ungkapnya.

Dari sisi penawaran, faktor yang memengaruhi pertumbuhan kredit adalah persaingan pendanaan dan masih maraknya pemberian suku bunga khusus atau special rate oleh perbankan kepada deposan besar. Praktik pemberian special rate masih marak. Sehingga pada akhirnya meningkatkan biaya penghimpunan dana atau Cost of Loanable Fund bank untuk disalurkan kembali menjadi pinjaman.

“Jadi gini pihak bank harus memastikan agar rasio angka kredit menganggur ini dapat turun karena dikhawatirkan akan mempengaruhi perekonomian masyarakat, disisi lain bank juga harus memastikan agar tidak tercipta kredit menganggur yang baru,” imbuhnya.

Faktor lain yang memengaruhi dari sisi penawaran adalah suku bunga kredit umumnya bersifat kaku atau rigid. Bank cenderung sangat cepat menaikkan bunga kredit saat suku bunga acuan naik, tetapi sangat lambat atau alot menurunkannya saat suku bunga acuan turun. Selain itu, dalam kondisi ekonomi yang tak menentu, bank juga cenderung meningkatkan premi risiko. •tn/aha

Berita terkait

Harga Elpiji Melonjak, Iyeth Bustami Pertanyakan Ketergantungan Impor dan Strategi Pertamina
Industri dan Pembangunan
Harga Elpiji Melonjak, Iyeth Bustami Pertanyakan Ketergantungan Impor dan Strategi Pertamina
Nevi Zuairina Dorong Pembentukan Dewan Koordinasi Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen
Industri dan Pembangunan
Nevi Zuairina Dorong Pembentukan Dewan Koordinasi Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen
Nevi Zuairina: Kenaikan Tarif Tol Jelang Hari Raya Idulfitri Tidak Tepat
Industri dan Pembangunan
Nevi Zuairina: Kenaikan Tarif Tol Jelang Hari Raya Idulfitri Tidak Tepat
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Kawal Program MBG, Aqib Ardiansyah Pastikan Aspirasi Warga Jateng VII Terakomodasi

Selanjutnya

Komisi XIII Dorong Realisasi Terukur Anggaran Kemensetneg 2026

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h