E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Temuan Beras ‘Abu-abu’ di Gudang Bulog Ternate, Komisi IV Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Diterbitkan
Kamis, 25 Sep 2025 11.51 WIB
Bagikan:
Temuan Beras ‘Abu-abu’ di Gudang Bulog Ternate, Komisi IV Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi bersama tim saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Tabahawa Maluku Utara di Ternate, Selasa (23/9/2025). Foto: Balggys/vel.

PARLEMENTARIA, Ternate – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Tabahawa Maluku Utara di Ternate, Selasa (23/9/2025). Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) di daerah, sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas beras bantuan yang menurun.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Tim Komisi IV menemukan sekitar 1.200 ton beras yang sudah tersimpan sejak Mei 2024. Berdasarkan pengecekan visual, sebagian beras impor yang disimpan lebih dari satu tahun masih terjaga kualitasnya. Namun, beras lokal terlihat mengalami perubahan warna menjadi abu-abu dan dinilai sudah menurun kualitasnya.

“Kami mendapati beras lokal yang sudah setahun lebih disimpan di gudang, warnanya sudah tidak sebaik semula. Saya tidak tahu mau disimpan sampai kapan. Kenapa tidak segera disalurkan ke masyarakat,” tegas Titiek di sela kunjungan.

Ia menambahkan, sebagian beras tersebut tengah dikemas untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, menurutnya, kondisi beras yang menurun tidak layak untuk masyarakat penerima bantuan.

“Kalau program SPHP menyalurkan beras yang kondisinya seperti ini, tentu tidak layak. Masyarakat berhak mendapatkan beras yang baik dan aman dikonsumsi,” lanjutnya.

Titiek meminta Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog untuk segera menyalurkan stok lama agar tidak semakin menurun kualitasnya. Ia menekankan, Bulog sebagai operator gudang hanya menjalankan perintah, sehingga kebijakan distribusi harus diputuskan oleh kementerian teknis dan Bapanas.

“Saya sudah berkali-kali meminta sejak Februari agar beras ini segera dikeluarkan. Pemerintah harus lebih cepat bertindak supaya kualitas beras tetap terjaga dan masyarakat tidak dirugikan,” ungkapnya.

Komisi IV, yang membidangi urusan pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan, menilai koordinasi lintas lembaga perlu ditingkatkan. Rapat kerja bersama kementerian dan lembaga terkait akan segera dijadwalkan untuk meminta penjelasan serta langkah percepatan distribusi beras.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tugas pengawasan DPR RI untuk memastikan ketahanan pangan nasional berjalan sesuai amanat undang-undang. Komisi IV juga menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas cadangan beras pemerintah, termasuk mengevaluasi proses penyimpanan dan penyaluran.

“Kami akan membawa temuan ini ke rapat kerja bersama Kementerian Pertanian, Bapanas, dan Bulog. Masyarakat berhak atas pangan yang sehat, berkualitas, dan terjangkau,” pungkas Titiek. Turut mendampingi kunjungan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, jajaran Bulog Divre Maluku Utara, serta perwakilan pemerintah daerah setempat. •gys/aha

Berita terkait

Komisi VIII Minta Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit Imbas Konflik Timur Tengah
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Minta Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit Imbas Konflik Timur Tengah
Komisi IV Soroti Pengelolaan Beras Lama di Gudang Bulog
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Soroti Pengelolaan Beras Lama di Gudang Bulog
Jeritan Korban Judol dan Pinjol Ilegal Menggema di Daerah, Legislator Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Politik dan Keamanan
Jeritan Korban Judol dan Pinjol Ilegal Menggema di Daerah, Legislator Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Bagi Hasil Wisata Alam Jadi Harapan Ekonomi Baru Maluku Utara

Selanjutnya

Anis Byarwati Minta Kejelasan Kapasitas LPS Tangani Resolusi Asuransi Insolven

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h