E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dadang Naser Tekankan Urgensi Sistem Pertanian Terpadu

Diterbitkan
Selasa, 5 Agu 2025 13.54 WIB
Bagikan:
Dadang Naser Tekankan Urgensi Sistem Pertanian Terpadu
PARLEMENTARIA, Bandung Barat – Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser menekankan, urgensi membangun sistem pertanian terpadu dari hulu ke hilir, termasuk sektor perikanan dan peternakan. Hal itu ia sampaikan dalam Kegiatan reses yang berlangsung di dua titik, yakni Kecamatan Batujajar dan kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 2 Agustus 2025.

“Kita harus membangun sistem pertanian dari hulu ke hilir, termasuk ketersediaan air, perikanan, dan peternakan,” kata Dadang dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, Senin (4/8/2025)

Diketahui, Ketahanan pangan menjadi isu strategis yang kembali disuarakan Dadang M. Naser.  Maka dari itu, dalam agenda reses masa persidangan IV Tahun 2024–2025 yang digelar di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, Dadang mengusung tema ‘Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui Sinergi Kebijakan, Inovasi, Pemberdayaan, dan Penguatan Mental Masyarakat Pertanian’.

Lebih lanjut Ia menegaskan, pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, sinergi antar lembaga dan prinsip Sabilulungan atau gotong royong merupakan kunci utama.

Dadang juga menyoroti pentingnya legalitas kelompok tani melalui Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) guna menjamin distribusi bantuan yang tepat sasaran.

“Saya mohon para penyuluh pertanian memastikan kelompok tani memiliki SIMLUHTAN. Jangan sampai yang bukan petani malah terdaftar dan mendapat bantuan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kemandirian pangan. Ia menyayangkan fakta bahwa Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dan maritim justru masih bergantung pada impor pangan dari luar negeri.

“Jangan sampai kita negara lautan, tapi ikan dari Cina. Garam dari Inggris. Beras dari Thailand. Ini memalukan. Kita harus mandiri dalam protein hewani dan nabati,” ucapnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menilai wilayah Bandung dan Bandung Barat menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian dan agroforestri. Kawasan Nusantara 8 disebutnya ideal sebagai basis peternakan dan hutan berbasis pangan.

“Kita harus kembangkan  agroforestri, hutan berbasis pangan. Kita bisa melawan ketergantungan terhadap tepung terigu,” terangnya.

Dadang mendorong penguatan kolaborasi pentahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk mewujudkan kedaulatan pangan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Pangan ini menyangkut kedaulatan. Kalau kita masih impor beras, daging, buah, dan susu, artinya kita belum merdeka. Kolaborasi pentahelix harus diwujudkan dalam semangat Sabilulungan agar ekonomi nasional kuat dan siap menghadapi dinamika global,” pungkasnya. •hal/aha

Berita terkait

Dadang M. Naser: Mekanisasi Pertanian Kunci Percepatan Kemandirian Pangan
Industri dan Pembangunan
Dadang M. Naser: Mekanisasi Pertanian Kunci Percepatan Kemandirian Pangan
Legislator Tekankan Urgensi Political Will dan Grand Strategy untuk Sektor Pertanian RI
Industri dan Pembangunan
Legislator Tekankan Urgensi Political Will dan Grand Strategy untuk Sektor Pertanian RI
Komisi IV Tinjau Proyek UPLAND di Malang: Dorong Pertanian Terpadu dan Ramah Lingkungan
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Tinjau Proyek UPLAND di Malang: Dorong Pertanian Terpadu dan Ramah Lingkungan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Ketua BKSAP Serukan Kolaborasi Global untuk Tata Kelola Multilateral yang Adil

Selanjutnya

DPR-Pemerintah-Asosiasi Sepakat Bentuk Tim Bersama Rumuskan Kebijakan Zero ODOL 2027

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h