E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Rofik Hananto Soroti Kasus Toko Mama Banjar: Pendekatan Represif Matikan UMKM

Diterbitkan
Kamis, 8 Mei 2025 17.19 WIB
Bagikan:
Rofik Hananto Soroti Kasus Toko Mama Banjar: Pendekatan Represif Matikan UMKM
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto menyoroti kasus Toko Mama Khas Banjar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang menyita perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Menurut Rofik, kejadian tersebut bukan sekadar persoalan hukum, melainkan cerminan pola pendekatan negara terhadap UMKM yang dinilai minim pembinaan dan cenderung represif.

“Pemerintah sering mengajak masyarakat untuk mencintai produk lokal dan mendukung UMKM. Namun, pendekatan represif justru kontradiktif karena memperlakukan UMKM seperti korporasi besar yang memang tunduk pada standar ketat sejak awal,” ujar Rofik dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (7/5/2025).

Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM seperti Toko Mama Khas Banjar seharusnya mendapatkan pembinaan terlebih dahulu, bukan langsung dikenai sanksi akibat kekurangan administratif.

“Mereka ini pelaku ekonomi rakyat yang menopang ketahanan ekonomi nasional. Jangan sampai semangat mereka dipatahkan. Harusnya pendekatannya edukatif dan persuasif—diberi peringatan tertulis, pelatihan, dan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan,” tegas politisi dari Fraksi PKS itu.

Lebih lanjut, Rofik menyatakan bahwa kasus ini merupakan refleksi dari lemahnya ekosistem pembinaan UMKM di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pendekatan hukum yang bersifat memberdayakan, bukan menghukum.

“Kasus Toko Mama Khas Banjar harus menjadi wake-up call bagi negara agar pendekatannya terhadap UMKM lebih manusiawi, progresif, dan mendidik. Jika tidak, kita akan menyaksikan penurunan jumlah UMKM aktif, hilangnya inovasi produk lokal, serta meningkatnya kesenjangan antara usaha besar dan kecil,” imbuhnya.

Untuk itu, Rofik mengajak seluruh elemen pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas untuk bersinergi dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.

“UMKM harus dilindungi bukan hanya secara simbolik, tetapi juga secara nyata melalui kebijakan dan pendekatan yang adil dan berpihak,” pungkasnya. •rnm/aha

Berita terkait

Rikwanto Pertanyakan Kasus Toko Mama Banjar Hingga Dibawa ke Pengadilan: Kita Tidak Sensitif!
Politik dan Keamanan
Rikwanto Pertanyakan Kasus Toko Mama Banjar Hingga Dibawa ke Pengadilan: Kita Tidak Sensitif!
Rofik Hananto Sayangkan Kembali Terjadi Peristiwa Meledaknya tungku Smelter PT SMI
Industri dan Pembangunan
Rofik Hananto Sayangkan Kembali Terjadi Peristiwa Meledaknya tungku Smelter PT SMI
Tragedi KA Bekasi Timur, Rofik Hananto Usulkan Percepat Bangun DDT
Industri dan Pembangunan
Tragedi KA Bekasi Timur, Rofik Hananto Usulkan Percepat Bangun DDT
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Muazzim Nilai Program Makan Bergizi Gratis Masih Asal-asalan

Selanjutnya

Sukseskan Program MBG, Asep Romy: Kolaborasi Pusat & Daerah Jadi Kunci

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h