E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Banten Jadi ‘Neraka Narkotika’, Perlu Pendekatan Lebih dari Sekadar Penghukuman

Diterbitkan
Minggu, 4 Mei 2025 14.11 WIB
Bagikan:
Banten Jadi ‘Neraka Narkotika’, Perlu Pendekatan Lebih dari Sekadar Penghukuman
PARLEMENTARIA, Serang – Situasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Banten mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPR RI, Hinca I. P. Panjaitan. Menyimak pemaparan dari Kapolda dan Kajati Banten saat kunjungan spesifik Komisi III, Hinca menggambarkan kondisi Banten sebagai “neraka” dalam konteks maraknya kejahatan narkotika yang luar biasa dan kompleks.

“Kalau saya mau menyebut langsung, bahasa kami yang paling simpel lah, neraka ini ya. Neraka dalam artian luar biasa kejahatan narkotika di sini,” ujar Hinca usai mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI ke Serang, Banten, Selasa (29/4/2025).

Ia menegaskan, Banten saat ini menjadi salah satu daerah penyumbang tertinggi dalam angka penyalahgunaan narkotika. Bahkan, meskipun telah dilakukan penangkapan besar-besaran hingga tuntutan pidana mati, peredaran narkoba tetap tidak surut. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan hukum semata tidak cukup.

“Berarti penghukuman ini bukanlah jalan satu-satunya. Karena peredaran narkotika ini melahirkan uang besar sekali, yang menjadikan orang kaya raya dengan cara melawan hukum, tapi mengorbankan banyak orang,” lanjutnya.

Hinca mendorong agar pola pikir dalam pemberantasan narkotika diubah secara fundamental. Ia menekankan pentingnya mengejar bukan hanya pelaku, tetapi juga menelusuri dan menyita aset hasil kejahatan narkotika melalui pendekatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Hanya dengan cara itu bisa kita potong. Tapi kendalanya sekarang transaksinya sudah tidak pakai uang tunai, tapi pakai kripto, pakai teknologi, lewat website gelap. Inilah yang saya maksud sebagai neraka karena kejahatannya sudah luar biasa canggih,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dampak sosial dari narkotika yang turut melahirkan kejahatan lain seperti begal dan tindak kekerasan sadis. Ia menyebut bandar narkoba sebagai “teroris terbesar di dunia”, karena efek destruktifnya terhadap generasi muda dan masa depan negara.

“Kalau yang dikejar cuma pemakai, ya enggak akan selesai. Kejar itu satu bandar. Karena kalau bandarnya berhenti, enggak ada barang itu. Ini kejahatan global, belum ada satu negara pun yang berhasil menuntaskannya. Maka kita harus bergerak luar biasa juga,” ujarnya menutup.

Kunjungan kerja spesifik ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat penegak hukum di Banten untuk memperkuat strategi dan kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman narkotika yang makin kompleks. •ysm/aha

Berita terkait

Banten Jadi Jalur Utama Narkotika, Sarpras Polda Perlu Ditambah
Politik dan Keamanan
Banten Jadi Jalur Utama Narkotika, Sarpras Polda Perlu Ditambah
Jadi Simbol Harapan Masyarakat Maluku, Program Kampung Nelayan Lebih dari Sekadar Proyek Fisik
Industri dan Pembangunan
Jadi Simbol Harapan Masyarakat Maluku, Program Kampung Nelayan Lebih dari Sekadar Proyek Fisik
Tidak Sekadar Pendekatan Hukum, Perlu Peran Psikolog dalam Penanganan Kasus Perundungan
Kesejahteraan Rakyat
Tidak Sekadar Pendekatan Hukum, Perlu Peran Psikolog dalam Penanganan Kasus Perundungan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi III
Sebelumnya

Hinca Panjaitan Apresiasi Program ‘Polisi Peduli Pengangguran’

Selanjutnya

Jawa Barat Jadi Contoh Baik Penerapan Open Government Partnership

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h