
Anggota BKSAP DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa saat menjadi moderator dalam sesi kedua di IAPF, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/9/2024). Foto: Dep/vel.
“Penting untuk mempromosikan pengembangan, ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan obat dan vaksin, terutama untuk penyakit tropis,” ujar Adde bertindak sebagai moderator dalam sesi kedua di IAPF, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/9/2024). Panelis dalam forum ini, seperti Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., mengusulkan peningkatan pertukaran pengetahuan dan keterampilan antara ahli pertanian dari Indonesia dan Afrika sebagai upaya untuk mendukung pengembangan vaksin dan obat.
Sementara itu, Prof. Adi Utarini menekankan perlunya infrastruktur kesehatan yang lebih robust sebagai prioritas utama dalam memperkuat sistem kesehatan di negara-negara berkembang. Yuliana Indriati dari Biofarma menyoroti strategi perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan global, termasuk upaya dalam distribusi vaksin yang lebih merata.
Diskusi ini menggarisbawahi bahwa untuk mengatasi tantangan kesehatan yang ada, kemitraan antara negara, lembaga, dan sektor swasta harus diperkuat secara berkelanjutan. Dengan rekomendasi dan strategi yang diusulkan dalam forum ini, diharapkan akan ada kemajuan signifikan dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di negara berkembang. •aha