
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana. Foto : Jaka/Andri.
”(Selain tiga fungsi parlemen) ada fungsi satu lagi yang memang sifatnya non tradisional, yaitu fungsi diplomasi yang memang sangat penting dilakukan. Kita ingin melakukan peningkatan kerja sama, mendukung first track diplomacy yang dilakukan pemerintah, dan pada ujungnya juga turut membantu engagement Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk negara kawasan pasifik,” katanya dalam rekaman TVR Parlemen yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Menurut Politisi Fraksi Partai Demokrat ini, Indonesia harus bisa memanfaatkan forum yang telah berdiri sejak tahun 2018 tersebut, mengingat engagement Indonesia dengan parlemen negara ASEAN sudah terbentuk cukup banyak dan baik. ”Tapi secara khusus negara tetangga kita yang berada di kawasan pasifik memang belum maksimal engagement yang dilakukan,” lanjutnya.
Putu juga menjelaskan dalam agenda IPPP ke-2 tersebut, Parlemen Indonesia ingin berpartisipasi untuk meningkatkan dan akselerasi kerja sama pembangunan. Oleh karena, menurutnya, Indonesia berbatasan langsung dengan salah satu pintu gerbang negara kepulauan Pasifik, yaitu Papua Nugini.
”Papua Nugini termasuk menjadi sebuah negara yang dianggap kakak daripada negara-negara pasifik lainnya karena mungkin jumlah penduduknya, wilayahnya, dan memang konektivitas biasanya mereka sangat berharap dengan negara Papua Nugini. Walaupun kalau menuju negara-negara lain melalui jalur-jalur yang berbeda,” pungkasnya. •we/rdn