
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dalam kunjungannya bersama Tim Komisi X DPR ke Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (27/2/2024). Foto: Fitri/Andri.
“Pemerintah sudah membuat destinasi wisata prioritas, kemudian dikecilkan lagi menjadi destinasi superprioritas. Sehingga, akhirnya seperti Yogya, apalagi Bantul, dan sebagainya. tidak mendapatkan perhatian secara serius paling tidak sampai ke level budgeting,” terangnya kepada Parlementaria.
Dalam kunjungannya bersama Tim Komisi X DPR ke Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (27/2/2024) lalu, Fikri menilai Bantul sebagai bagian dari Provinsi Yogyakarta, dapat menjadi destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.
“Saya kira harus move on, harus sudah bergerak. Tidak hanya destinasi prioritas dan super prioritas saja (yang diurus) tapi destinasi (wisata potensial) seperti sekarang ini”
Politisi Fraksi PKS itu lantas menyampaikan hasil survei Kementerian Pariwisata bahwa wisatawan yang mau datang ke Indonesia mayoritas ingin berwisata ke Bali dan Yogyakarta. “Saya kira harus move on, harus sudah bergerak. Tidak hanya destinasi prioritas dan super prioritas saja (yang diurus) tapi destinasi (wisata potensial) seperti sekarang ini,” tuturnya.
Atas hal itu, ia pun mendorong adanya sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mendorong destinasi wisata potensial, seperti Bantul untuk layak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. •srw/rdn