
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa membagikan bantuan beras bersama Bulog saat Kunjungan Kerja Spesifik ke Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Jumat (18/09/2026). |Foto: Nadhen/sai
PARLEMENTARIA, Karawang — Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kunjungan ini berfokus pada dua agenda utama, yakni penyaluran bantuan pangan kepada ratusan warga setempat serta peninjauan langsung progres pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Dalam agenda penyaluran bantuan pangan, Saan terjun langsung ke lapangan didampingi oleh Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal. Saan menegaskan bahwa bantuan pangan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa khususnya di tengah ancaman cuaca ekstrem seperti el nino.
"Jadi kami memberikan bantuan kepada masyarakat desa Karangligar yang kurang lebih hampir 370-an ya. Mereka yang menerima manfaat. Jadi mudah-mudahan bantuan ini adalah sebagai bentuk perhatian, perhatian dari pemerintah, dari Presiden, untuk mengantisipasi kondisi musim, cuaca yang memang diprediksikan nanti panjang," kata Saan saat diwawancara Parlementaria usai kegiatan pembagian bantuan di Kantor Desa setempat, Jumat (18/06/2026).
Menurut Saan, kehadiran langsung Dirut Bulog di lapangan menjadi hal yang spesial dalam memastikan program perlindungan sosial ini berjalan dengan baik. Ratusan kepala keluarga di Karangligar telah terdata sebagai penerima alokasi beras tersebut. Warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat akan mendapatkan alokasi beras secara rutin dan berkesinambungan.
"Perum Bulog sudah menyiapkan bantuannya dalam bentuk bantuan beras. Yang berhak menerima 10 kg ya setiap bulannya. Jadi sampai bulan Desember mereka akan terus mendapat bantuan," ujarnya.
Sementara itu, Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal memaparkan bahwa penyaluran pada kesempatan ini disalurkan secara kumulatif atau dirapel untuk tiga bulan sekaligus. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan keringanan beban ekonomi bagi masyarakat menengah ke bawah.
"Alhamdulillah bantuan pangan yang hari ini adalah bantuan pangan untuk bulan Juli, Agustus, September, 3 bulan, jadi 30 kilo hari ini, dan masih ada lagi nanti bulan Oktober, November, dan Desember. Tujuannya untuk meringankan beban dari masyarakat-masyarakat yang ada di bawah," ujar sang Direktur pada kesempatan yang sama.
Guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah terjadinya komersialisasi beras bantuan di lapangan, pihak Bulog pun akan menggandeng aparat keamanan serta jajaran pemerintah daerah setempat untuk melakukan pengawasan ketat.
"Dan untuk kontrol, kami bersinergi dengan teman-teman Babinsa, Babinkamtibmas, termasuk dengan pemerintah daerah, Pak Bupati dengan jajaran, untuk selalu mengingatkan agar tidak ada upaya-upaya untuk menjual produk-produk hasil bantuan tangan ini," pungkas Rizal. (ndn/aha)