
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Gedung Grand Multazam Asrama Haji Lampung.|Foto : Yasmin/Alma
PARLEMENTARIA, Bandar Lampung – Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan menekankan pentingnya menghadirkan Asrama Haji Lampung Embarkasi Antara yang ramah bagi jemaah lanjut usia (lansia). Menurutnya, selain didukung fasilitas yang memadai, aspek keselamatan dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar calon jemaah dapat menjalani masa transit dengan aman sebelum diberangkatkan ke embarkasi utama.
Hal itu disampaikan Sri Wulan saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Gedung Grand Multazam Asrama Haji Lampung, Sabtu (25/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VIII DPR RI terhadap kesiapan sarana dan prasarana penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam peninjauan tersebut, Sri Wulan mengapresiasi kualitas bangunan dan fasilitas Asrama Haji Lampung yang dinilainya telah memadai. Menurutnya, kamar, tempat tidur, hingga fasilitas kamar mandi sudah memberikan kenyamanan bagi calon jemaah yang akan menginap sebelum keberangkatan.
"Asrama Haji Rajabasa sebagai embarkasi antara ini sudah sangat bagus. Kamarnya sudah memadai, nyaman, dan kamar mandinya juga dilengkapi air panas serta air dingin. Secara fasilitas sudah sangat baik untuk melayani jemaah," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari perhatian terhadap aspek keselamatan, terutama bagi jemaah lansia yang menjadi kelompok dominan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Karena itu, Sri Wulan meminta pengelola memperhatikan sejumlah detail teknis yang berpotensi memengaruhi keamanan jemaah, seperti memastikan kondisi lantai tidak licin serta menyempurnakan bagian-bagian bangunan yang berisiko menimbulkan cedera, termasuk sudut wastafel yang masih menonjol.
"Kami mengevaluasi beberapa hal yang mungkin terlihat kecil, tetapi sangat penting bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah. Lantai harus diperhatikan agar tidak licin sehingga lansia tidak merasa khawatir saat berjalan. Begitu juga bagian-bagian seperti sudut wastafel yang menonjol perlu disempurnakan agar lebih aman," jelasnya.
Sri Wulan menilai perhatian terhadap aspek keselamatan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji. Menurutnya, setiap fasilitas harus dirancang agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian lebih selama proses keberangkatan.
Selain pembenahan fasilitas, ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Asrama Haji. Menurutnya, pelayanan yang prima hanya dapat terwujud apabila didukung petugas yang kompeten dan memahami kebutuhan jemaah.
"Kalau memang ingin memberikan layanan yang semakin baik, SDM juga harus dipersiapkan. Perlu pelatihan-pelatihan sehingga pelayanan yang diberikan semakin profesional dan mampu memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah," katanya.
Sri Wulan berharap berbagai masukan yang disampaikan Komisi VIII DPR RI dapat segera ditindaklanjuti sehingga Asrama Haji Lampung tidak hanya memiliki fasilitas yang representatif, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh calon jemaah, khususnya jemaah lanjut usia. (ysm/ssb)