E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|Pendidikan|RAPBN 2027|Anggaran|karhutla|PPPK|literasi|RUU Migas|RUU Penyiaran|AI|Guru
Jakarta:
Berawan sebagian
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 5 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi IV Desak Percepatan Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh

Diterbitkan
Rabu, 8 Apr 2026 12.28 WIB
Bagikan:
Komisi IV Desak Percepatan Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.|Foto: Arifman/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia menilai keterlambatan penanganan akan semakin memperparah kondisi petani yang sudah menghadapi ancaman gagal panen.

 

“Keterlambatan dan ketidakcermatan dalam mendiagnosa dampak banjir akan menyebabkan petani makin menderita. Selain gagal panen yang sudah di depan mata, juga akan membuat petani kita tak bisa menggarap sawahnya kembali dalam waktu cepat,” ujar Alex, kepada Parlementaria di Jakarta, Selasa (7/6/2026).

Lihat Juga :

Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan

Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan

Komisi IX Dorong Percepatan Imunisasi di Aceh, Ade Rezki: Pencegahan Harus Jadi Prioritas

Komisi IX Dorong Percepatan Imunisasi di Aceh, Ade Rezki: Pencegahan Harus Jadi Prioritas

 

Alex mengungkapkan, berdasarkan data per 28 Maret 2026, capaian rehabilitasi sawah oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera masih sangat rendah. Dari total 42.702 hektare lahan yang menjadi target, baru 991 hektare atau sekitar 2,32 persen yang berhasil direhabilitasi.

 

Secara rinci, di Aceh baru 42 hektare dari target 31.464 hektare yang direhabilitasi. Sementara di Sumatera Utara, realisasi baru mencapai 170 hektare dari target 7.336 hektare, dan di Sumatera Barat sebanyak 779 hektare dari target 3.902 hektare.

 

Menurutnya, lambatnya proses rehabilitasi ini harus segera diatasi melalui langkah percepatan yang terukur. Terlebih, di tengah ketidakpastian situasi global, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

 

“Kita mendesak pemerintah untuk segera melakukan upaya percepatan dalam rehabilitasi sawah ini. Perbaikan sawah terdampak banjir harus menjadi prioritas yang dituntaskan dalam waktu cepat,” tegasnya.

 

Alex menambahkan, dampak banjir terhadap petani tidak hanya sebatas kehilangan hasil panen, tetapi juga mencakup hilangnya modal produksi, waktu kerja, serta ketidakpastian musim tanam berikutnya.

 

Ia pun mengingatkan agar penanganan tidak berhenti pada pendataan luas lahan terdampak, melainkan harus mencakup pemulihan menyeluruh, termasuk distribusi benih, sarana produksi, hingga optimalisasi perlindungan asuransi pertanian. “Tanpa skema pemulihan yang cepat, gangguan produksi akan berubah menjadi tekanan harga yang dirasakan masyarakat luas. Harus ada langkah cepat untuk mengatasi hal ini,” pungkasnya. (ssb/aha)

Berita terkait

Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X DPR RI Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah dan Penguatan Literasi di Sulawesi Selatan
Komisi IX Dorong Percepatan Imunisasi di Aceh, Ade Rezki: Pencegahan Harus Jadi Prioritas
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Dorong Percepatan Imunisasi di Aceh, Ade Rezki: Pencegahan Harus Jadi Prioritas
Komisi IX DPR RI Soroti Keberlanjutan JKA dan Penguatan Layanan Kesehatan di Aceh
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX DPR RI Soroti Keberlanjutan JKA dan Penguatan Layanan Kesehatan di Aceh
Tags:#Banjir#stabilitas pangan
Sebelumnya

Bonnie Triyana Tegaskan RUU Sisdiknas Harus Dorong Guru Sejahtera

Selanjutnya

Aus Hidayat Nur Kritisi Efektivitas Kurikulum Berakhlak di BPSDM ATR/BPN

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1096)
  • Industri dan Pembangunan(3779)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3805)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4644)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI