E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|Transportasi|PMN|RAPBN 2027|RUU HPI|AMDK|APBN|Imigrasi|Perguruan Tinggi|TKD|YTR|Kesehatan|Pariwisata
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|Transportasi|PMN|RAPBN 2027|RUU HPI|AMDK|APBN|Imigrasi|Perguruan Tinggi|TKD|YTR|Kesehatan|Pariwisata
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|Transportasi|PMN|RAPBN 2027|RUU HPI|AMDK|APBN|Imigrasi|Perguruan Tinggi|TKD|YTR|Kesehatan|Pariwisata
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Komisi I Ingatkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Diterbitkan
Senin, 9 Mar 2026 11.09 WIB
Bagikan:
Komisi I Ingatkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Anton Sukartono Suratto saat kunjungan ke Lampung, Jumat (6/3/2026). Foto : blf/Andri.

PARLEMENTARIA, Lampung — Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Anton Sukartono Suratto dari Komisi I DPR RI menekankan pentingnya langkah diplomasi dan kesiapsiagaan nasional dalam menyikapi memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan Anton saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi I DPR RI di Lampung. 

Ia menilai upaya diplomasi harus menjadi prioritas utama Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan tersebut. “Intinya kita harus mengedepankan diplomasi, pemerintah juga siap untuk membantu kedua belah pihak bermediasi” ujar Anton saat kunjungan ke Lampung, Jumat (6/3/2026).

Selain diplomasi, Anton menegaskan pemerintah juga perlu menyiapkan berbagai langkah antisipasi, terutama terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik. Menurutnya, skenario perlindungan dan evakuasi harus dipersiapkan sejak dini.

“Intinya kita harus siap dari segala macam. Baik bagaimana warga negara kita yang ada di sana bisa kembali ke Indonesia, apa yang harus dilakukan sebelum terjadi sesuatu, hingga prosedur pemulangan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Anton juga mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek keamanan global, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi di dalam negeri, terutama terkait energi dan harga kebutuhan pokok. “Kalau perang di Timur Tengah memanas, kita juga harus mengantisipasi dampaknya di dalam negeri. Misalnya kalau harga BBM naik akibat konflik, bagaimana dampaknya terhadap harga-harga kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan nasional apabila eskalasi konflik meluas hingga berdampak pada stabilitas kawasan yang lebih luas. “Kalau eskalasi meluas sampai ke mana-mana, apakah tentara kita sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk. Hal-hal seperti ini harus diperhitungkan sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anton menilai pemerintah perlu memberikan panduan yang jelas kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila situasi global memburuk. Tujuannya agar masyarakat tidak panik dan dapat menghadapi kondisi darurat dengan lebih siap.

“Kita tentu berdoa jangan sampai terjadi perang yang lebih besar. Tapi kalau hal itu terjadi, masyarakat juga perlu mulai mempersiapkan diri dan menghemat apa yang bisa dihemat,” katanya.

Menurut Anton, kesiapan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar Indonesia dapat menghadapi dampak konflik global dengan lebih tenang dan terukur. “Jangan sampai kita tidak tahu harus melakukan apa ketika sesuatu terjadi, lalu akhirnya panik sendiri. Intinya, semua harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya. 

Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR RI Imron Amin menyampaikan keprihatinannya terhadap memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar. Ia menilai konflik yang melibatkan negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memperburuk situasi keamanan global apabila tidak segera mereda.

“Tentunya kita sangat menyayangkan apa yang terjadi di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan Iran sampai harus menewaskan pemimpin tertinggi Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei. Saya turut berduka cita, dan situasi seperti ini tentu menjadi perhatian bersama,” ujar Imron ditemui di tempat yang sama.

Menurutnya, dinamika geopolitik yang tidak menentu mengharuskan Indonesia untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan. “Kita tidak tahu bagaimana perkembangan konflik ini ke depan, apakah akan melebar atau tidak. Karena itu bangsa kita harus menyiapkan segala kemungkinan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kesiapan nasional menjadi penting agar Indonesia tidak terkejut apabila situasi global berkembang ke arah yang lebih serius, termasuk kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas. “Semoga saja tidak sampai terjadi perang yang lebih besar atau bahkan perang dunia ketiga. Tetapi sebagai bangsa, kita tetap harus menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan,” ujarnya.

Imron juga berharap situasi global dapat segera kembali stabil sehingga dampak konflik tidak semakin meluas dan memengaruhi negara-negara lain. “Harapan kita tentu dunia bisa kembali normal dan situasi internasional bisa terkendali dengan baik,” pungkasnya. •blf/aha

Berita terkait

Komisi VII Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Pariwisata, Dorong Penguatan Urban Tourism Tangerang
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Pariwisata, Dorong Penguatan Urban Tourism Tangerang
Pemerintah Perlu Lakukan Dialog Multilateral Redam Konflik di Timur Tengah
Politik dan Keamanan
Pemerintah Perlu Lakukan Dialog Multilateral Redam Konflik di Timur Tengah
Komisi VIII Minta Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit Imbas Konflik Timur Tengah
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Minta Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit Imbas Konflik Timur Tengah
Tags:#Berita Utama#Komisi I
Sebelumnya

Komisi VII Ingatkan Perlunya Kolaborasi Cegah PHK dan Perkuat Insentif Pemda

Selanjutnya

Kasus Nabilah O’Brien Tak Layak Dipidana, Polri Jangan Cari Kesalahan Korban

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(934)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3339)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4078)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
SPMB|Transportasi|PMN|RAPBN 2027|RUU HPI|AMDK|APBN|Imigrasi|Perguruan Tinggi|TKD|YTR|Kesehatan|Pariwisata
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h