E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Belajar dari India-Pakistan, Indonesia Perlu Petakan Ulang Arah Kebijakan Internasional

Diterbitkan
Senin, 19 Mei 2025 11.09 WIB
Bagikan:
Belajar dari India-Pakistan, Indonesia Perlu Petakan Ulang Arah Kebijakan Internasional
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Palestina Syahrul Aidi Maazat, menilai bahwa perang antara India dan Pakistan baru-baru ini menandai pergeseran kekuatan global, khususnya dalam hal teknologi persenjataan. Sehingga, kondisi ini menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memetakan ulang arah kebijakan Internasional didasarkan pada situasi geopolitik.

“Kita melihat dari hasil perang itu, ada kemenangan di pihak Pakistan, dan kemenangan itu didukung oleh kekuatan teknologi yang berasal dari China,” ujar Syahrul dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Mitigasi Geopolitik Indonesia Menghadapi Dampak Perang India–Pakistan” di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (16/5/2025).

“Sementara India kalah meski alat tempurnya berasal dari Amerika dan Rusia,” lanjut Politisi Fraksi PKS ini.

Maka dari itu, Syahrul menekankan pentingnya Indonesia melirik sumber persenjataan alternatif, termasuk dari Tiongkok, untuk memperkuat daya tawar dan pertahanan nasional di tengah ketegangan geopolitik global. Terlebih menurutnya, dalam peta geopolitik yang semakin terbelah, Indonesia harus cermat menentukan sikap.

“Pakistan didukung China dan Rusia, sementara India oleh Amerika dan sekutunya. Indonesia tidak bisa terus bersikap netral tanpa arah, harus menentukan sikap dengan strategi yang cerdas,” katanya.

Maka dari itu, Syahrul menilai meski saat ini Indonesia memiliki keterbatasan dalam menunjukkan posisinya secara terang-terangan karena kebijakan luar negeri politik bebas aktif, menurutnya Indonesia tetap perlu menyiasati agar Indonesia memiliki daya tawar kerja sama yang tinggi, baik itu kepada China maupun Amerika.

“Saya lihat Arab Saudi misalnya, Arab Saudi hubungan dengan Amerika kuat, tetapi di jalan hubungan dengan Chinanya juga kuat, sehingga daya tawarnya akan naik,” jelas legislator dari Riau ini.

Menurutnya, apabila Indonesia tidak menyiasati itu, maka posisi Indonesia nantinya akan memiliki daya tawar yang lemah sehingga hanya bisa bergantung pada negara besar. “Kalau kita lihat ya, sebuah negara itu akan disegani ketika dia, negaranya itu dibutuhkan oleh banyak orang, dan oleh banyak negara lain,”  jelasnya.

Maka dari itu, menurutnya Indonesia perlu memperkuat sektor lain di samping alutsista.

“China, selain memiliki teknologi yang kuat, dia juga memiliki apa yang dibutuhkan oleh negara-negara lain, yaitu produksinya. Apa yang tidak diproduksi oleh China? Sejujurnya bukan hanya memproduksi jet tempur,  tapi ada kemandirian. Ada kemandirian pada pangannya. Nah, ini sudah dilakukan Pak Prabowo yang dengan mandiri pangan kita,” ungkapnya.

Ia menjelaskan gambarannya, apabila Indonesia mampu memproduksi yang dikonsumsinya, maka Indonesia  akan mendiri. Kemudian apabila Indonesia mampu memproduksi yang dikonsumsi orang, lanjutnya, maka menurutnya Indonesia akan maju.

“Kita akan bisa menguasai orang lain,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri, di samping aliansi politik dan dukungan militer. “Jadi ada tiga hal yang harus kita produksi sesungguhnya secara mandiri. Pangan, obat-obatan, senjata,” pungkasnya. •hal/rdn

Berita terkait

Belajar dari Taylor Swift, Indonesia Perlu Jajaki Peluang Kolaborasi Konser Musik Internasional
Isu Lainnya
Belajar dari Taylor Swift, Indonesia Perlu Jajaki Peluang Kolaborasi Konser Musik Internasional
Konflik India-Pakistan Kian Memanas, Puan Minta Pemerintah Jamin Keselamatan WNI
Populer
Konflik India-Pakistan Kian Memanas, Puan Minta Pemerintah Jamin Keselamatan WNI
Konflik India-Pakistan, Deklarasi Jakarta Desak Penyelesaian Sesuai Aspirasi Kashmir dan Resolusi PBB
Politik dan Keamanan
Konflik India-Pakistan, Deklarasi Jakarta Desak Penyelesaian Sesuai Aspirasi Kashmir dan Resolusi PBB
Tags:#Seputar Parlemen#BKSAP
Sebelumnya

PLB Jangan Sampai Hanya Jadi Tempat Dumping Barang Impor

Selanjutnya

Perlu Kejelasan tentang Terminologi ‘Konsumen’ dalam RUU Perlindungan Konsumen

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3703)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan|PPPK|Bank Indonesia
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 66%
Angin: 13 km/h